pR_20

Pengertian Takhrij

Takhrij menurut bahasa mempunyai beberapa makna. Yang paling mendekati di sini adalah berasal dari kata kharaja ( خَرَجَ ) yang artinya nampak dari tempatnya, atau keadaannya, dan terpisah, dan kelihatan. Demikian juga kata al-ikhraj ( اْلِإخْرَج ) yang artinya menampakkan dan memperlihatkannya. Dan al-makhraj ( المَخْرَج ) artinya artinya tempat keluar; dan akhrajal-hadits wa kharrajahu artinya menampakkan dan memperlihatkan hadits kepada orang dengan menjelaskan tempat keluarnya.

Takhrij menurut istilah adalah menunjukkan tempat hadits pada sumber aslinya yang mengeluarkan hadits tersebut dengan sanadnya dan menjelaskan derajatnya ketika diperlukan.

Secara etimologi, takhrîj berasal dari akar kata (خ ر ج ( , yang memiliki arti secara sederhana adalah: keluar, muncul, lahir disamping bisa juga diartikan dengan al-istinbâth atau menggali dan mengeluarkan serta sekian makna yang berbeda sesuai dengan susunan kata yang dimasuki oleh akar kata ini.
Secara terminologi, sebagaimana yang disimpulkan oleh Dr. Abd Muhdî abd Qâdir abd Hâdî dalam bukunya Thuruq Takhrîj dapat dibagi kedalam tiga definisi berbeda sesuai dengan masa dan perkembangannya masing-masing. Maka takhrîj menurut beliau adalah :

1. Seorang rawi menyebutkan hadits yang ia riwayatkan dengan silsilah sanadnya sendiri didalam kitab yang ia susun. Maka almukharrij disini sering diistilahkan dengan zâkirul riwâyah yang menyusun kitab hadits berdasarkan apa yang telah ia dengar dari syekh dan seluruh hadits yang ia riwayatkan dan yang ia tulis memiliki sanad yang ia riwayatkan langsung seperti Bukhari, Muslim dll. Terkadang penulis melakukan studi kritik terhadap sanad ataupun matan seperti yang dilakukan oleh Imam at-Tirmîzi dalam as-sunan-nya dan Abu Daud.:

2. Takhrîj disinonimkan dengan makna Mustakhrâj, yaitu ketika seorang rawi meriwayatkan hadits-hadits yang persis terdapat dalam salah satu kitab hadits yang disusun oleh pengarang lain dengan sanad yang ia miliki sendiri. Silsilah sanad antara dua rawi yang berbeda ini bertemu dengan salah seorang syekh pada thabaqat sanad sebelumnya. Sebagai contoh, mustakhraj Abi ‘Iwânah terhadap kitab Shahîh Muslim.

3. Pasca kodifikasi sunnah, ketika seluruh hadits telah tersusun dalam berbagai kitab, maka takhrîj saat ini didefinisikan dengan menyebutkan sumber asli hadits yang terdapat dalam berbagai kitab yang dikarang dan disusun oleh Ulama hadits dalam kitab mereka seperti al-jawâmi’, as-sunan, dan al-masânîd. Bahkan imam al-Munâwîy berpendapat, bahwa takhrîj pada fase ini harus bisa berperan sebagai standar untuk menilai kekuatan sebuah hadits dari sisi shâhih, hasan ataupun dha’îf.

Takhrîj selalu mengalami perkembangan makna disetiap fase yang dilaluinya. Maka standar yang dipahami oleh para ulama berbeda setiap zamannya. Ulama mutaqaddimin memahami makna takhrîj berbeda dengan apa yang dipahami dan diterapkan oleh ulama mutaakhirin, bahkan ulama hadits kontemporer saat ini. Ulama mutaqaddimin mamahami takhrîj sebagaimana definisi pertama. Walaupun sebenarnya tidak mutlak demikian. Hal ini terbukti menurut Muhammad abd ‘Aziz al-Khouly dalam bukunya Târikh funûnul hadits bahwa pada masa Imam Mâlik mengarang kitabnya yang spektakuler al-Muwâtha’, sebenarnya banyak sekali ulama yang semasa dengan Mâlik yang mentakhrij hadits-hadits yang tedapat dalam al-Muwâtha’ terutama mereka yang mengambil hadits dari syekh yang samam dengan Imam Mâlik.
Sedangkan ulama mutaakhirin, sesuai dengan perkembangan kitab-kitab hadits yang muncul pada abad ke-3 H dan setelahnya, metodologi takhrîj yang mereka kembangkanpersisi seperti definisi kedua dan ketiga dari definisi takhrîj yang disebutkan diatas.

Pengertian Takhrij menurut ahli hadist memiliki tiga(3) macam pengertian, yaitu:

Kata Takhij http://www.cybermq.com/gambarpustaka/27.gifadalah bentuk masdar dari fill madi http://www.cybermq.com/gambarpustaka/28.gifyang secara bahasa berarti mengeluakan sesuatu dari tempat.

Pengertian takhrij menurut ahli hadis memiliki tiga (3) macam pengertian, yaitu:

  1. Usaha mencari sanad hadis yang terdapat dalam kitab hadis karya orang lain, yang tidak sama dengan sanad yang terdapat dalam kitab tersebut. Usaha semacam ini dinamakan juga istikhraj. Misalnya seseorang mengambil sebuah hadis dari kitab Jamius Sahih Muslim. kemudian ia mencari sanad hadis tersebut yang berbeda dengan sanad yang telah ditetapkan oleh lmam Muslim.
  2. Suatu keterangan bahwa hadis yang dinukilkan ke dalam kitab susunannya itu terdapat dalam kitab lain yang telah disebutkan nama penyusunnya. Misalnya, penyusun hadis mengakhiri penulisan hadisnya dengan kata-kata: “Akhrajahul Bukhari”, artinya bahwa hadis yang dinukil itu terdapat kitab Jamius Sahih Bukhari. Bila ia mengakhirinya dengan kata Akhrajahul Muslim berarti hadis tersebut terdapat dalam kitab Sahih Muslim.
  3. Suatu usaha mencari derajat, sanad, dan rawi hadis yang tidak diterangkan oleh penyusun atau pengarang suatu kitab.
    Misalnya:

    1. Takhrij Ahadisil Kasysyaaf, karyanya Jamaluddin Al-Hanafi adalah suatu kitab yang mengusahakan dan menerangkan derajat hadis yang terdapat dalam kitab Tafsir AI-Kasysyaaf yang oleh pengarangya tidak diterangkan derajat hadisnya, apakah sahih, hasan, atau lainnya.
    2. Al Mugny AnHamlil Asfal, karya Abdurrahim Al-Iraqy, adalah kitab yang menjelaskan derajat-derajat hadis yang terdapat dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Al-Ghazali.



A. Sejarah Takhrij Hadits

Penguasaan para ulama terdahulu terhadap sumber-sumber As-Sunnah begitu luas, sehingga mereka tidakmerasa sulit jika disebutkan suatu hadits untuk mengetahuinya dalam kitab-kitab As-Sunnah. Ketika semangat belajar sudah melemah, mereka kesulitan untuk mengetahui tempat-tempat hadits yang dijadikan sebagai rujukan para ulama dalam ilmu-ilmu syar’i. Maka sebagian dari ulama bangkit dan memperlihatkan hadits-hadits yang ada pada sebagian kitab dan menjelaskan sumbernya dari kitab-kitab As-Sunnah yang asli, menjelaskan metodenya, dan menerangkan hukumnya dari yang shahih atas yang dla’if. Lalu muncullah apa yang dinamakan dengan “Kutub At-Takhrij” (buku-buku takhrij), yang diantaranya adalah :

  • Takhrij Ahaadits Al-Muhadzdzab; karya Muhammad bin Musa Al-Hazimi Asy-Syafi’I (wafat 548 H). Dan kitab Al-Muhadzdzab ini adalah kitab mengenai fiqih madzhab Asy-Syafi’I karya Abu Ishaq Asy-Syairazi.
  • Takhrij Ahaadits Al-Mukhtashar Al-Kabir li Ibni Al-Hajib; karya Muhammad bin Ahmad Abdul-Hadi Al-Maqdisi (wafat 744 H).
  • Nashbur-Rayah li Ahaadits Al-Hidyah li Al-Marghinani; karya Abdullah bin Yusuf Az-Zaila’I (wafat 762 H).
  • Takhrij Ahaadits Al-Kasyaf li Az-Zamakhsyari; karya Al-Hafidh Az-Zaila’I juga. [Ibnu Hajar juga menulis takhrij untuk kitab ini dengan judul Al-Kafi Asy-Syaafi fii Takhrij Ahaadits Asy-Syaafi ]
  • Al-Badrul-Munir fii Takhrijil-Ahaadits wal-Atsar Al-Waqi’ah fisy-Syarhil-Kabir li Ar-Rafi’I; karya Umar bin ‘Ali bin Mulaqqin (wafat 804 H).
  • Al-Mughni ‘an Hamlil-Asfaar fil-Asfaar fii Takhriji maa fil-Ihyaa’ minal-Akhbar; karya Abdurrahman bin Al-Husain Al-‘Iraqi (wafat tahun 806 H).
  • Takhrij Al-Ahaadits allati Yusyiiru ilaihat-Tirmidzi fii Kulli Baab; karya Al-Hafidh Al-‘Iraqi juga.
  • At-Talkhiisul-Habiir fii Takhriji Ahaaditsi Syarh Al-Wajiz Al-Kabir li Ar-Rafi’I; karya Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqalani (wafat 852 H).
  • Ad-Dirayah fii Takhriji Ahaaditsil-Hidayah; karya Al-Hafidh Ibnu Hajar juga.
  • Tuhfatur-Rawi fii Takhriji Ahaaditsil-Baidlawi; karya ‘Abdurrauf Ali Al-Manawi (wafat 1031 H).

Contoh :

Berikut ini contoh takhrij dari kitab At-Talkhiisul-Habiir (karya Ibnu Hajar) :

Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,”Hadits ‘Ali bahwasannya Al-‘Abbas meminta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang mempercepat pembayaran zakat sebelum sampai tiba haul-nya. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan untuknya. Diriwayatkan oleh Ahmad, para penyusun kitab Sunan, Al-Hakim, Ad-Daruquthni, dan Al-Baihaqi; dari hadits Al-Hajjaj bin Dinar, dari Al-Hakam, dari Hajiyah bin ‘Adi, dari ‘Ali. Dan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dari riwayat Israil, dari Al-Hakam, dari Hajar Al-‘Adawi, dari ‘Ali. Ad-Daruquthni menyebutkan adanya perbedaan tentang riwayat dari Al-Hakam. Dia menguatkan riwayat Manshur dari Al-Hakam dari Al-Hasan bin Muslim bin Yanaq dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan derajat mursal. Begitu juga Abu Dawud menguatkannya. Al-Baihaqi berkata,”Imam Asy-Syafi’I berkata : ‘Diriwayatkan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bahwasannya beliau mendahulukan zakat harta Al-‘Abbas sebelum tiba masa haul (setahun), dan aku tidak mengetahui apakah ini benar atau tidak?’. Al-Baihaqi berkata,”Demikianlah riwayat hadits ini dari saya. Dan diperkuat dengan hadits Abi Al-Bakhtari dari ‘Ali, bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Kami sedang membutuhkan lalu kami minta Al-‘Abbas untuk mendahulukan zakatnya untuk dua tahun”. Para perawinya tsiqah, hanya saja dalam sanadnya terdapat inqitha’. Dan sebagian lafadh menyatakan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ‘Umar,”Kami pernah mempercepat harta Al-‘Abbas pada awal tahun”. Diriwayatkan oleh Abu Dawud Ath-Thayalisi dari hadits Abi Rafi’” [At-Talkhiisul-Habiir halaman 162-163]

B. METODE TAKHRIJ

Dalam takhrij terdapat beberapa macam metode yang diringkas dengan mengambil pokok-pokoknya sebagai berikut :

Metode Pertama, takhrij dengan cara mengetahui perawi hadits dari shahabat

Metode ini dikhususkan jika kita mengetahui nama shahabat yang meriwayatkan hadits, lalu kita mencari bantuan dari tiga macam karya hadits :

  • Al-Masaanid (musnad-musnad) : Dalam kitab ini disebutkan hadits-hadits yang diriwayatkan oleh setiap shahabat secara tersendiri. Selama kita telah mengetahui nama shahabat yang meriwayatkan hadits, maka kita mencari hadits tersebut dalam kitab al-masaanid hingga mendapatkan petunjuk dalam satu musnad dari kumpulan musnad tersebut.
  • Al-Ma’aajim (mu’jam-mu’jam) : Susunan hadits di dalamnya berdasarkan urutan musnad para shahabat atau syuyukh (guru-guru) atau bangsa (tempat asal) sesuai huruf kamus (hijaiyyah). Dengan mengetahui nama shahabat dapat memudahkan untuk merujuk haditsnya.
  • Kitab-kitab Al-Athraf : Kebanyakan kitab-kitab al-athraf disusun berdasarkan musnad-musnad para shahabat dengan urutan nama mereka sesuai huruf kamus. Jika seorang peneliti mengetahui bagian dari hadits itu, maka dapat merujuk pada sumber-sumber yang ditunjukkan oleh kitab-kitab al-athraf tadi untuk kemudian mengambil hadits secara lengkap.

Metode Kedua, takhrij dengan mengetahui permulaan lafadh dari hadits

Cara ini dapat dibantu dengan :

  • Kitab-kitab yang berisi tentang hadits-hadits yang dikenal oleh orang banyak, misalnya : Ad-Durarul-Muntatsirah fil-Ahaaditsil-Musytaharah karya As-Suyuthi; Al-Laali Al-Mantsuurah fil-Ahaaditsl-Masyhurah karya Ibnu Hajar; Al-Maqashidul-Hasanah fii Bayaani Katsiirin minal-Ahaaditsil-Musytahirah ‘alal-Alsinah karya As-Sakhawi; Tamyiizuth-Thayyibminal-Khabits fiimaa Yaduru ‘ala Alsinatin-Naas minal-Hadiits karya Ibnu Ad-Dabi’ Asy-Syaibani; Kasyful-Khafa wa Muziilul-Ilbas ‘amma Isytahara minal-Ahaadits ‘ala Alsinatin-Naas karya Al-‘Ajluni.
  • Kitab-kitab hadits yang disusun berdasarkan urutan huruf kamus, misalnya : Al-Jami’ush-Shaghiir minal-Ahaaditsil-Basyir An-Nadzir karya As-Suyuthi.
  • Petunjuk-petunjuk dan indeks yang disusun para ulama untuk kitab-kitab tertentu, misalnya : Miftah Ash-Shahihain karya At-Tauqadi; Miftah At-Tartiibi li Ahaaditsi Tarikh Al-Khathib karya Sayyid Ahmad Al-Ghumari; Al-Bughiyyah fii Tartibi Ahaaditsi Shahih Muslim karya Muhammad Fuad Abdul-Baqi; Miftah Muwaththa’ Malik karya Muhammad Fuad Abdul-Baqi.

Metode Ketiga, takhrij dengan cara mengetahui kata yang jarang penggunaannya oleh orang dari bagian mana saja dari matan hadits

Metode ini dapat dibantu dengan kitab Al-Mu’jam Al-Mufahras li Alfaadzil-Hadits An-Nabawi, berisi sembilan kitab yang paling terkenal diantara kitab-kitab hadits, yaitu : Kutubus-Sittah, Muwaththa’ Imam Malik, Musnad Ahmad, dan Musnad Ad-Darimi. Kitab ini disusun oleh seorang orientalis, yaitu Dr. Vensink (meninggal 1939 M), seorang guru bahasa Arab di Universitas Leiden Belanda; dan ikut dalam menyebarkan dan mengedarkannya kitab ini adalah Muhammad Fuad Abdul-Baqi.

Metode Keempat, takhrij dengan cara mengetahui tema pembahasan hadits

Jika telah diketahui tema dan objek pembahasan hadits, maka bisa dibantu dalam takhrij-nya dengan karya-karya hadits yang disusun berdasarkan bab-bab dan judul-judul. Cara ini banyak dibantu dengan kitab Miftah Kunuz As-Sunnah yang berisi daftar isi hadits yang disusun berdasarkan judul-judul pembahasan. Kitab ini disusun oleh seorang orientalis berkebangsaan Belanda yang bernama Dr. Arinjan Vensink juga. Kitab ini mencakup daftar isi untuk 14 kitab hadits yang terkenal, yaitu :

  • Shahih Bukhari
  • Shahih Muslim
  • Sunan Abu Dawud
  • Jami’ At-Tirmidzi
  • Sunan An-Nasa’i
  • Sunan Ibnu Majah
  • Muwaththa’ Malik
  • Musnad Ahmad
  • Musnad Abu Dawud Ath-Thayalisi
  • Sunan Ad-Darimi
  • Musnad Zaid bin ‘Ali
  • Sirah Ibnu Hisyam
  • Maghazi Al-Waqidi
  • Thabaqat Ibnu Sa’ad

Dalam menyusun kitab ini, penyusun (Dr. Vensink) menghabiskan waktunya selama 10 tahun, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dan diedarkan oleh Muhammad Fuad Abdul-Baqi yang menghabiskan waktu untuk itu selama 4 tahun.

C. STUDI SANAD HADITS

Yang dimaksudkan dengan studi sanad hadits adalah mempelajari mata rantai para perawi yang ada dalam sanad hadits. Yaitu dengan menitikberatkan pada mengetahui biografi, kuat lemahnya hafalan serta penyebabnya, mengetahui apakah mata rantai sanad antara seorang perawi dengan yang lain bersambung atau terputus, dengan mengetahui waktu lahir dan wafat mereka, dan mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Jarh wat-Ta’dil.

Setelah mempelajari semua unsur yang tersebut di atas, kemudian kita dapat memberikan hukum kepada sanad hadits. Seperti mengatakan,”Sanad hadits ini shahih, Sanad hadits ini lemah, atau Sanad hadits ini dusta”. Ini terkait dengan memberikan hukum kepada sanad hadits.

Sedangkan dalam memberikan hukum kepada matan hadits, disamping melihat semua unsur yang tersebut di atas, kita harus melihat unsur-unsur yang lain. Seperti meneliti lebih jauh matannya untuk mengetahui apakah isinya bertentangan dengan riwayat perawi yang lebih terpercaya atau tidak. Dan apakah di dalamnya terdapat illat yang dapat menjadikannya tertolak atau tidak. Kemudian setelah itu kita memberikan hukum kepada matan tersebut. Seperti dengan mengatakan : “Hadits ini shahih” atau “Hadits ini dla’if”. Memberikan hukum kepada matan hadits lebih sulit daripada memberikan hukum kepada sanad. Tidak ada yang mampu melakukannya kecuali yang ahli dalam bidang ini dan sudah menjalaninya dalam kurun waktu yang lama.

Dalam studi sanad ini, buku-buku yang dapat digunakan untuk membantu adalah buku-buku yang membahas tentang Al-Jarh wat-Ta’dil serta biografi para perawi. Sumber :Ditulis oleh Abu Al Jauzaa

D. MANFAAT TAKHRIJUL HADIS

Salah satu manfaat dari takhriijul hadits adalah memberikan informasi bahwa suatu hadits sahih, hasan, ataupun daif, setelah diadakan penelitian dari segi matan maupun sanadnya.

Ada beberapa manfaat dari takhrijul hadis antara lain sebagai berikut:

  1. Memberikan informasi bahwa suatu hadis termasuk hadis sahih, hasan, ataupun daif, setelah diadakan penelitian dari segi matan maupun sanadnya;
  2. Memberikan kemudahan bagi orang yang mau mengamalkan setelah tahu bahwa suatu hadis adalah hadis makbul (dapat diterima). Dan sebaliknya tidak mengamalkannya apabila diketahui bahwa suatu hadis adalah mardud (tertolak).
  3. Menguatkan keyakinan bahwa suatu hadis adalah benar-benar berasal dari Rasulullah SA W. yang harus kita ikuti karena adanya bukti-bukti yang kuat tentang kebenaran hadis tersebut, baik dan segi sanad maupun matan.

E. KITAB-KITAB YANG DIPERLUKAN

Ada beberapa kitab yang diperlukan untuk melakukan takhrij hadis. Adapun kitab-kitab tersebut antara lain:

1. Hidayatul bari ila tartibi ahadisil Bukhari

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/29.gif

Penyusun kitab ini adalah Abdur Rahman Ambar AI-Misri At-Tahtawi. Kitab ini disusun khusus untuk mencari hadis-hadis yang termuat dalam Sahih AI-Bukhari. Lafal-lafal hadis disusun menurut aturan urutan huruf abjad Arab. Namun hadis-hadis yang dikemukakan secara berulang dalam Sahih Bukhari tidak dimuat secara berulang dalam kamus di atas. Dengan demikian perbedaan lafal dalam matan hadis riwayat AI-Bukhari tidak dapat diketahui lewat kamus tersebut.

2. Mu jam Al-Fazi wala siyyama al-garibu minha atau fihris litartibi ahadisi sahihi Muslim

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/30.gif

Kitab tersebut merupakan salah satu juz, yakni juz ke- V dari Kitab Sahih Muslim yang disunting oleh Muhammad Abdul Baqi. Jus V ini merupakan kamus terhadap Jus ke-I -IV yang berisi:

  1. Daftar urutan judul kitab serta nomor hadis dan juz yang memuatnya.
  2. Daftar nama para sahabat Nabi yang meriwayatkan hadis yang termuat dalam Sahih Muslim.
  3. Daftar awal matan hadis dalam bentuk sabda yang tersusun menurut abjad serta diterangkan nomor-nomor hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, bila kebetulan hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Bukhari.
    http://www.cybermq.com/gambarpustaka/31.gif

3. Miftahus Sahihain

Kitab ini disusun oleh Muhammad Syarif bin Mustafa Al-Tauqiah. Kitab ini dapat digunakan untuk mencari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Muslim. Akan tetapi hadis-hadis yang dimuat dalam kitab ini hanyalah hadis-hadis yang berupa sabda (qauliyah) saja. Hadis tersebut disusun menurut abjad dari awal lafal hadis lafal matan hadis.

4. AI-Bugyatu fi tartibi ahadasi al-hilyah

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/32.gif

Kitab ini disusun oleh Sayyid Abdul Aziz bin Al-Sayyid Muhammad bin Sayyid Siddiq AI-Qammari. Kitab hadis tersebut memuat dan menerangkan hadis-hadis yang tercantum dalam kitab yang disusun Abu Nuaim AI-Asabuni (w. 430 H) yang berjudul: Hilyatul auliyai wababaqatul asfiyai. Sejenis dengan kitab tersebut di atas adalah kitab Miftahut tartibi li ahadisi tarikhil khatib

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/33.gif

yang disusun oleh Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad bin Sayyid As-Siddiq AI-Qammari yang memuat dan menerangkan hadis-hadis yang tercantum dalam kitab sejarah yang disusun oleh Abu Bakar bin Ali bin Subit bin Ahmad AI-Bagdadi yang dikenal dengan AI-Khatib Al- Bagdadi ( w. 463 H). Susunan kitabnya diberi judul Tarikhu Bagdadi http://www.cybermq.com/gambarpustaka/34.gifyang terdiri atas 4 jilid


5. Al-Jamius Sagir

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/35.gif

Kitab ini disusun oleh Imam Jalaludin Abdurrahman As-Suyuti (w.91h). Kitab kamus hadis tersebut memuat hadis-hadis yang terhimpun dalam kitab himpunan kutipan hadis yang disusun oleh As-suyuti juga, yakni kitab Jam ‘ul Jawani.

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/36.gif

Hadis yang dimuat dalam kitab Jamius Sugir disusun berdasarkan urutan abjad dari awal lafal matan hadis. Sebagian dari hadis-hadis itu ada yang ditulis secara lengkap dan ada pula yang ditulis sebagian-sebagian saja, namun telah mengandung pengertian yang cukup.

Kitab hadis tersebut juga menerangkan nama-nama sahabat Nabi yang meriwayatkan hadis yang bersangkutan dan nama-nama Mukharijnya (periwayat hadis yang menghimpun hadis dalam kitabnya). Selain itu, hampir setiap hadis yang dikutip dijelaskan kualitasnya menurut penilaian yang dilakukan atau disetujui oleh As-suyuti.

6. AI-Mujam al-mufahras li alfazil hadis nabawi

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/37.gif

Penyusun kitab ini adalah sebuah tim dari kalangan orientalis. Di antara anggota tim yang paling aktif dalam kegiatan proses penyusunan ialah Dr. Arnold John Wensinck (w.j 939 m), seorang profesor bahasa-bahasa Semit, termasuk bahasa Arab di Universitas Leiden, negeri Belanda.

Kitab ini dimaksudkan untuk mencari hadis berdasarkan petunjuk lafal matan hadis. Berbagai lafal yang disajikan tidak dibatasi hanya lafal-lafal yang berada di tengah dan bagian-bagian lain dari matan hadis. Dengan demikian, kitab Mu’jam mampu memberikan informasi kepada pencari matan dan sanad hadis, asal saja sebagian dari lafal matan yang dicarinya itu telah diketahuinya.

Kitab Mu’jam ini terdiri dari tujuh Juz dan dapat digunakan untuk mencari hadis-hadis yang terdapat dalam sembilan kitab hadis, yakni: Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan Turmuzi, Sunan Nasai, Sunan Ibnu Majjah, Sunan Daromi, Muwatta Malik, dan Musnad Ahmad.

F. CARA MELAKSANAKAN TAKHRIJUL HADIS

Secara garis besar menakhrij hadis (takhyijul hadis) dapat dibagi menjadi dua cara dengan menggunakan kitab-kitab sebagaimana telah disebutkan di atas. Adapun dua macam cara takhrijul hadis yaitu:

1. Menakhrij hadis telah diketahui awal matannya, maka hadis tersebut dapat dicari atau ditelusuri dalam kitab-kitab kamus hadis dengan dicarikan huruf awal yang sesuai diurutkan dengan abjad.

Contohnya hadis Nabi:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/38.gif

Untuk mengetahui lafal lengkap dari penggalan matan tersebut, langkah yang harus dilakukan adalah menelusuri penggalan matan itu pada urutan awal matan yang memuat penggalan matan yang dimaksud. Ternyata halaman yang ditunjuk memuat penggalan lafal tersebut adalah halaman 2014. Berarti, lafal yang dicari berada pada halaman 20 14 juz IV. Setelah diperiksa, maka diketahuilah bahwa bunyi lengkap matan hadis yang dicari adalah:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/39.gif

Artinya:
“(Hadis) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah bersabda, “(Ukuran) orang yang kuat (perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi, tetapi yang disebut sebagai orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya tatkala dia marah.”

Apabila hadis tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah, maka sesudah lafal matan dan nama sahabat periwayat hadis yang bersangkutan ditulis, nama Imam Muslim disertakan. Biasanya kalimat yang dipakai adalah

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/40.gif

Nama sahabat periwayat hadis dalam contoh di atas adalah Abu Hurairah, dapat pula ditulis sesudah nama Muslim dan tidak ditulis di awal matan. kalimat yang dipakai berbunyi :

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/41.gif

Dalam kitab Sahih Muslim dicantumkan di catatan kaki sebagaimana lazimnya.

Kamus yang disusun oleh Muhamad Fuad Abdul Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadis Nabi yang dalam bentuk selain sabda. bahkan hadis yang berupa sabda pun tidak disebutkan seluruhnya. Contoh:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/42.gif

Lafal hadis tersebut tidak termuat dalam kamus, padahal Sahih Muslim memuatnya dalam juz III halaman 1359, nomor urut hadis 1734. Hadis yang dimuat dalam kamus adalah hadis yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama dengan nomor urut hadis 1733, lafalnya berbunyi:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/43.gif

2. Menakhrij hadis dengan berdasarkan topik permasalahan (takhrijul hadis bit Mundu’i)

Upaya mencari hadis terkadang tidak didasarkan pada lafal matan (materi) hadis, tetapi didasarkan pada topik masalah. Pencarian matan hadis berdasarkan topik masalah sangat menolong pengkaji hadis yang ingin memahami petunjuk-petunjuk hadis dalam segala konteksnya.

Pencarian matan hadis berdasarkan topik masalah tertentu itu dapat ditempuh dengan cara membaca berbagai kitab himpunan kutipan

hadis, namun berbagai kitab itu biasanya tidak menunjukkan teks hadis menurut para periwayatnya masing-masing. Padahal untuk memahami topik tertentu tentang petunjuk hadis, diperlukan pengkajian terhadap teks-teks hadis menurut periwayatnya masing-masing. Dengan bantuan kamus hadis tertentu, pengkajian teks dan konteks hadis menurut riwayat dari berbagai periwayat akan mudah dilakukan. Salah satu kamus hadis itu ialah:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/44.gif

(Untuk empat belas kitab hadis dan kitab tarikh Nabi).

Kitab tersebut merupakan kamus hadis yang disusun berdasarkan topik masalah. Pengarang asli kamus hadis tersebut adalah Dr. A.J. Wensinck (Wafat 1939 M), seorang orientalis yang besar jasanya dalam dunia perkamusan hadis. Sebagaimana telah dibahas dalam uraian terdahulu, Dr. A.J. Wensinck adalah juga penyusun utama kitab kamus hadis:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/45.gif

Bahasa asli dari kitab Miftah Kunuzis-Sunnah adalah bahasa Inggris dengan judul a Handbook of Early Muhammadan. Kamus hadis yang berbahasa Inggris tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Arab sebagaimana tercantum di atas oleh Muhamad Fuad Abdul-Baqi. Muhamad Fuad tidak hanya menerjemahkan saja, tetapi juga mengoreksi berbagai data yang salah.

Naskah yang berbahasa inggris diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1927 dan terjemahannya pada tahun 1934.

Dalam kamus hadis tersebut dikemukakan berbagai topik, baik. yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan petunjuk Nabi maupun yang berkenaan dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan nama. Untuk setiap topik biasanya disertakan beberapa subtopik, dan untuk setiap subtopik dikemukakan data hadis dan kitab yang menjelaskannya. Berarti, lafal yang dicari berada pada halaman 2014 juz IV. Setelah diperiksa, maka diketahuilah bahwa bunyi lengkap matan hadis yang dicari adalah:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/39.gif

Artinya:
“(Hadis) riwayat Abu Hurairah bahwa Rasullulah SAW bersabda, “(Ukuran) orang yang kuat (perkasa) itu bukanlah dari kekuatan orang itu dalam berkelahi, tetapi yang disebut sebagai orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya tatkala dia marah.”

Jika hadis tersebut dikutip dalam karya tulis ilmiah, maka sesudah ditulis lafal matan dan nama sahabat periwayat hadis yang bersangkutan, disertakan nama Imam Muslim. Biasanya kalimat yang dipakai adalah:

Nama sahabat periwayat hadis, dalam contoh di atas adalah Abu Hurairah, dapat pula ditulis sesudah nama Muslim dan tidak ditulis di awal matan.

Dalam hal ini, kalimat yang dipakai dapat berbunyi:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/41.gif

Dalam kitab Sahih Muslim dicantumkan di catatan kaki sebagaimana lazimnya. Kamus yang disusun oleh Muhammad Fuad Abdul-Baqi tersebut tidak mengemukakan lafal hadis Nabi yang dalam bentuk selain sabda. Bahkan hadis yang berupa sabda pun tidak seluruhnya dimuat. Salah satu contohnya ialah lafal hadis yang berbunyi:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/42.gif

Lafal hadis tersebut tidak termuat dalam kamus, padahal Sahih Muslim memuatnya dijuz III halaman 1359, nomor urut hadis: 1734. Lafal yang dimuat dalam kamus adalah hadis yang semakna yang terdapat dalam juz dan halaman yang sama, dengan nomor urut hadis 1733. Lafal itu berbunyi:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/43.gif

Penggalan hadis nomor 1631 merupakan contoh juga dari matan hadis yang tidak termuat dalam kamus itu.

Kitab-kitab yang menjadi rujukan kamus tidak hanya kitab-kitab hadis saja, tetapi juga kitab-kitab sejarah (tarikh) Nabi. Jumlah kitab rujukan itu ada empat belas kitab, yakni:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/46.gif

Dalam kamus, llama dan beberapa hal yang berhubungan dengan kitab-kitab tersebut dikemukakan dalam bentuk lambang. Contoh berbagai lambang yang dipakai dalam kamus hadis Miftah Kunuzis-Sunnah, yaitu:

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/47.gif=j us pertama (awal)
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/48.gif= bab
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/49.gif= sahih al-bukhari
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/50.gif= Sunan Abi Daud
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/51.gif= Sunan At-Turmuzi
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/52.gif= Juz ketiga

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/53.gif= juz kedua
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/54.gif= Juz
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/55.gif= Hadis
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/56.gif= Musnad Ahmad
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/57.gif= juz kelima
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/58.gif= juz keempat
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/59.gif= Musnad Zald bin Ali
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/60.gif= juz keenam
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/61.gif= halaman (Sathah)
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/62.gif= Musnad Abi Daud At-Thayalisi
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/63.gif= Tabaqat Ibni Saad
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/64.gif= Bagian Kitab (Qismul-kitab)
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/65.gif= Konfirmasikan data yang sebelumnya dengan data yang sesudahnya
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/66.gif= Magazi AI-Waqidi
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/67.gif= Kitab ( dalam arti bagian)
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/68.gif= Muatta’ Malik
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/69.gif= Sunan Ibni Majah
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/70.gif= Sahih Muslim
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/71.gif= Hadis terulang beberapa kali
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/72.gif= Sunan Ad-Darimi
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/73.gif= Sunan An-Nasai
http://www.cybermq.com/gambarpustaka/74.gif= Sirah Ibni Hisyam

Angka kecil yang berada di sebelah kiri bagian atas dari angka Yang umum = hadis yang bersangkutan termuat sebanyak angka kecil itu pada halaman atau bab yang angkanya disertai dengan angka kecil tersebut.

Setiap halaman kamus terbagi dalam tiga kolom. Setiap kolom memuat topik; Setiap topik biasanya mengandung beberapa subtopik; dan pada setiap subtopik dikemukakan data kitab yang memuat hadis yang bersangkutan. Cara penggunaannya seperti berbagai hadis yang dicari adalah yang memberi petunjuk tentang pemenuhan nazar: Dengan demikian, topik Yang dicari dalam kamus adalah topik tentang nazar.

Dalam kamus (Miftah Kunuzis-Sunnah) terbitan Lahore (pakistan), topik nazar termuat di halaman 497, kolom ketiga. Topik tersebut mengandung empat belas subtopik. Subtopik Yang dicari berada pada urutan kedua belas, di halaman 498, kolom ketiga. Data Yang tercantum dalam subtopik tersebut adalah sebagai berikut :

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/75.gif

Dengan memahami kembali maksud lambang-lambang yang telah dikemukakan dalam uraian sebelumnya, maka dapat diketahui bahwa maksud data di atas ialah:

  1. Sunan Abu Daud, nomor urut kitab (bagian): 21; nomor urut bab: 22.
  2. Sunan lbnu Majah, nomor urut kitab (bagian): 11;nomor utut bab: 18.
  3. Sunan Ad-Darimi, nomor urut kitab (bagian): 14; nomor urut bab: 1.
  4. Muatta ‘ Malik, nomor urut kitab (bagian): 22 nomor urut bab: 3.
  5. Musnad Ahmad, juz ll, halaman 159; juz lII, halaman 419; dan juz VI, halaman 266 ( dalam halaman itu, hadis dimaksud dimuat dua kali) .

Setelah data diperoleh, maka hadis yang dicari, yakni dalam hal ini hadis yang membahas pemenuhan nazar diperiksa pada kelima kitab hadis di atas. Judul-judul kitab (dalam arti bagian) yang ditunjuk dalam data di atas dapat diperiksa pada daftar nama kitab (dalam arti bagian) yang termuat pada Bab IV tulisan ini untuk masing-masing kitab hadis yang bersangkutan.

Apabila yang dicari, misalnya berbagai hadis Nabi tentang tata cara salat malam yang dilakukan Nabi pada bulan Ramadan, maka topik yang dicari dalam kamus adalah topik Ramadan. Topik tersebut ada di halaman 211, kolom ketiga. Subtopik untuk Ramadan ada dua puluh satu macam. Subtopik yang dicari berada pada urutan subtopik keenam dan terletak di halaman 212, kolom kedua (tengah). Data yang dikemukakan adalah :

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/76.gif

Dengan memeriksa lambing-lambang yang telah dikemukanan dalam pembahasan terlebih dahulu, maka data tersebut dapat dipahami maksudnya. Sesudah itu lalu diperiksa hadis-hadis yang termuat dalam keenam kitab hadis tersebut, yakni dalam Sahih Al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan At-Turmuzi, Sunan Abu Daud, Sunan An-Nasai dan Musnad Ahmad.

Sekiranya topik yang dikaji berkaitan dengan nama orang, misalnya Abu Jahal, maka nama tersebut ditelusuri dalam kamus. Nama Abu Jahal ternyata terletak di halaman l5 kolom kedua, subtopiknya ada empat macam. Data untuk subtopik yang pertama, misalnya berbunyi sebagai berikut

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/77.gif

(Keburukan tingkah laku Abu Jahal terhadap Nabi SAW.

http://www.cybermq.com/gambarpustaka/78.gif

Dengan demikian untuk mengetahui keburukan tingkah laku AbuJahal kepada Nabi Muhamad, dapat diperiksa hadis-hadis yang termuat

dalam:

  1. Sahih Muslim, nomor urut kitab (bagian): 50; pada nomor urut hadis: 28
  2. Musnad Ahmad, juz II, halaman 370. Data tersebut agar dikonfirmasikan dengan data yang dikemukakan sebelumnya dan sesudahnya.
  3. Sirah Ibnu Hisyam, halaman 184.

Untuk memperlancar pencarian hadis berdasarkan topik tersebut, perlu dilakukan praktek pencarian hadis berdasarkan data yang dikemukakan oleh kamus. Perlu ditegaskan bahwa berbagai hadis yang ditunjuk oleh kamus http://www.cybermq.com/gambarpustaka/79.gifbelum dijelaskan kualitasnya. Untuk mengetahui kualitasnya diperlukan penelitian tersendiri.

http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/4/1/pustaka-90.html

MAKALAH

PENGANTAR MEMAHAMI METODOLOGI TAKHRÎJ HADÎS

A. PENGANTAR
Konsentrasi kajian ulama hadits, baik ulama mutaqaddimîn maupun mutaakhirîn seputar sunnah selalu mengarah pada satu titik utama, yaitu otentifikasi hadits. Untuk mewujudkan hal tersebut, para ulama menerapkan dua pilar utama ilmu hadits; ar-riwâyah dan ad-dirâyah.
Sejarah mencatat, kodifikasi (at-tadwîn) sunnah sampai masa keemasannya pada abad ke-3 Hijriyah, yang ditandai dengan lahirnya dua masterpiece kitab hadits; Bukhari dan Muslim juga diikuti dengan perkembangan metodologi ilmu hadits yang ditandai dengan munculnya kitab al Muhaddits al-fâsil baina ar-râwi wal wâ’i yang ditulis al-Hasan ibn abd-Rahman ibn Khalad atau lebih dikenal dengan al-Qâdhî Abu Muhammad ar-Ramharmuzî (w.360 H) diikuti oleh beberapa ulama sampai ada masa Qadhi ‘Iyadh (w.544 H) dengan kitabnya al ilmâ. Fase ini adalah fase awal perkembangan ilmu hadits.
Dan sekitar abad ke-6, Abu ‘Amr ibn as-Shalâh mengarang kitabnya Muqaddimah. Kitab ini adalah referensi utama para ulama hadits dalam pengembangan musthâlah sampai abad ke-10 hingga muncul buku-buku seperti al-Bâ’itsul al-Hatsis karangan Ahmad Syâkir, Tadrîbur Râwy karangan Imam as-Suyûthi dan Fathul Mughîts karangan as-Sakhâwy dan al-‘Irâqy.
Takhrîj secara sederhana sebenarnya adalah salah satu disiplin ilmu yang dikembangkan oleh para muhaddîts sejak zaman Rasulullah S.a.w, sahabat, thabi’in sampai setelah kodifikasi sunnah secara sempurna pada abad ke-4 Hijriyah. Takhrîj ibarat sebuah alat yang dipergunakan untuk mengetahui, melacak dan menyeleksi sebuah riwayat.
Setiap fase yang dilaluinya memiliki karakteristik yang berbeda sesuai dengan perkembangan kitab-kitab hadits yang disusun dan diriwayatkan oleh para ulama. Perbedaan ini akan terlihat jelas dari sejarah petumbuhan dan perkembangannya, baik takhrîj yang dipahami dan dikembangkan oleh ulama mutaqaddimîn atau apa yang didefinisikan oleh ulama mutaakhirîn.


B. DEFINISI ILMU TAKHRIJ
Secara etimologi, takhrîj berasal dari akar kata (خ ر ج ( , yang memiliki arti secara sederhana adalah: keluar, muncul, lahir disamping bisa juga diartikan dengan al-istinbâth atau menggali dan mengeluarkan serta sekian makna yang berbeda sesuai dengan susunan kata yang dimasuki oleh akar kata ini.
Secara terminologi, sebagaimana yang disimpulkan oleh Dr. Abd Muhdî abd Qâdir abd Hâdî dalam bukunya Thuruq Takhrîj dapat dibagi kedalam tiga definisi berbeda sesuai dengan masa dan perkembangannya masing-masing. Maka takhrîj menurut beliau adalah :
1. Seorang rawi menyebutkan hadits yang ia riwayatkan dengan silsilah sanadnya sendiri didalam kitab yang ia susun. Maka almukharrij disini sering diistilahkan dengan zâkirul riwâyah yang menyusun kitab hadits berdasarkan apa yang telah ia dengar dari syekh dan seluruh hadits yang ia riwayatkan dan yang ia tulis memiliki sanad yang ia riwayatkan langsung seperti Bukhari, Muslim dll. Terkadang penulis melakukan studi kritik terhadap sanad ataupun matan seperti yang dilakukan oleh Imam at-Tirmîzi dalam as-sunan-nya dan Abu Daud.
2. Takhrîj disinonimkan dengan makna Mustakhrâj, yaitu ketika seorang rawi meriwayatkan hadits-hadits yang persis terdapat dalam salah satu kitab hadits yang disusun oleh pengarang lain dengan sanad yang ia miliki sendiri. Silsilah sanad antara dua rawi yang berbeda ini bertemu dengan salah seorang syekh pada thabaqat sanad sebelumnya. Sebagai contoh, mustakhraj Abi ‘Iwânah terhadap kitab Shahîh Muslim.
3. Pasca kodifikasi sunnah, ketika seluruh hadits telah tersusun dalam berbagai kitab, maka takhrîj saat ini didefinisikan dengan menyebutkan sumber asli hadits yang terdapat dalam berbagai kitab yang dikarang dan disusun oleh Ulama hadits dalam kitab mereka seperti al-jawâmi’, as-sunan, dan al-masânîd. Bahkan imam al-Munâwîy berpendapat, bahwa takhrîj pada fase ini harus bisa berperan sebagai standar untuk menilai kekuatan sebuah hadits dari sisi shâhih, hasan ataupun dha’îf.
Takhrîj selalu mengalami perkembangan makna disetiap fase yang dilaluinya. Maka standar yang dipahami oleh para ulama berbeda setiap zamannya. Ulama mutaqaddimin memahami makna takhrîj berbeda dengan apa yang dipahami dan diterapkan oleh ulama mutaakhirin, bahkan ulama hadits kontemporer saat ini.
Ulama mutaqaddimin mamahami takhrîj sebagaimana definisi pertama. Walaupun sebenarnya tidak mutlak demikian. Hal ini terbukti menurut Muhammad abd ‘Aziz al-Khouly dalam bukunya Târikh funûnul hadits bahwa pada masa Imam Mâlik mengarang kitabnya yang spektakuler al-Muwâtha’, sebenarnya banyak sekali ulama yang semasa dengan Mâlik yang mentakhrij hadits-hadits yang tedapat dalam al-Muwâtha’ terutama mereka yang mengambil hadits dari syekh yang samam dengan Imam Mâlik.
Sedangkan ulama mutaakhirin, sesuai dengan perkembangan kitab-kitab hadits yang muncul pada abad ke-3 H dan setelahnya, metodologi takhrîj yang mereka kembangkanpersisi seperti definisi kedua dan ketiga dari definisi takhrîj yang disebutkan diatas.

C. Urgensi Takhrij
Secara garis besar, tujuan takhrîj dalam kajian dan studi kritis seputar sunnah dititik beratkan pada dua dimensi pokok, yaitu :
Mengetahui sumber hadits yang tersebar dalam berbagai kitab mu’tabarah ulama hadits. Jika kita menemukan sebuah hadits dalam berbagai karangan ulama yang notabene mereka bukan ulama yang spesialis dalam kajian sunnah, maka dengan takhrîj kita bisa melacak dimana letak dan posisi hadits ini sebenarnya.
Disamping itu, tujuan takhrîj yang sangat primer juga adalah, melacak kedudukan dan kekuatan hukum sebuah hadits, apakah termasuk kategori hadits maqbûl atau mardûd.
Disamping dua tujuan utama diatas, dengan menggunakan metodologi takhrîj seorang yang intens dengan kajian ini, akan dapat menyelami samudra yang maha luas sehingga akan menemukan sekian banyak mutiara berharga yang berkaitan dengan hadits. Secara garis besar, maka keuntungan yang diperoleh dari metodologi ini adalah :
1. Mengumpulkan sanad-sanad yang sama-sama meriwayatkan sebuah hadits. Sebab dengan takhrîj, dapat dibuktikan bahwa sebuah hadits ternyata diriwayatkan oleh sekian banyak sanad dan thuruq yang berbeda. Perbedaan sanad ini dapat membantu meneliti kedudukan sebuah hadits sehingga kita tidak terjebak dengan mengklaim berdasarkan sebuah hadits saja tanpa meneliti apakah haits ini diriwayatkan melalui sanad yang lain atau tidak.
2. Dengan takhrîj, kita juga mampu mengumpulkan lafazh matan hadits yang berbeda sembari melakukan kajian perbandingan, terutama dalam memahami hadits-hadits yang berkaitan dengan satu permasalahan yang sama. Sebab sering kali kita hanya memahami satu lafazh matan hadits saja, tanpa pernah meneliti apakah masih ada tambahan lafazh lain atau tidak didalam riwayat yang lain.
D. Beberapa Hal Penting Seputar Takhrij
Seringkali bagi pemula dalam memahami takhrîj, mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada sebuah hadits. Hal apa yang pertama kali harus dilakukan dan urutan seperti apa yang ideal dalam mentakhrij.
Sebenarnya tidak ada yang terlalu sulit dalam memulai mentakhrîj sebuah hadits jika kita bisa memahami kaidah umum yang harus diperhatikan dalam mentakhrij. Diantara beberapa kaidah yang perlu diperhatikan adalah:
1. Urutan takhrîj yang ideal adalah menyebutkan perawi hadits, kitab, bab, urutan kitab (juz) jika ada, halaman, nomor urutan hadits jika ada, kemudian penerbit kitab jika kita mentakhrij satu hadits saja atau tidak dalam jumlah banyak. Namun jika mentakhrij hadits dalam jumlah besar maka lebih baik menyebutkannya diakhir pembahsan.
2. Dalam mentakhrij, kita dituntut memberikan informasi sebanyak-banyaknya seputar hadits yang sedang dibahas. Terutama yang berkaitan dengan hukum hadits dari segi qabûl atau radd ataupun yang berkaitan dengan kedudukan sanad atau keterangan lengkap untuk menggabungkan (al-jam’u) jika teradi ta’ârud antara dua hadits.
3. Jika sebuah hadits yang akan kita takhrîj tanpa dibatasi oleh perawi (sahabat), maka kita harus mentakhrij hadits tersebut dari seluruh sahabat yang meriwayatkannya. Adapun jika sahabat yang meriwayatkan hadits tersebut sudah dibatasi, misalnya hadits Ibn ‘Umar, maka kita cukup mentakhrij hadits yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Umar saja. Jika ketika mentakhrij kita menemukan hadits yang sama, maka itu dinamakan syâhid. Namun jika kita cantumkan, itupun lebih baik.
4. Standar pokok dalam mentakhrij adalah hadits dengan kandungan yang sama (ashlul hadits), walaupun terdapat perbedaan lafazh yang tidak membedakan makna hadits tersebut. Ini sering disalah pahami oleh pentakhrij pemula, sehingga menemukan keraguan jika menemukan sebuah hadits yang ternyata sedikit berbeda dengan hadits yang sedang ia takhrîj. Padahal hal itu tidak berpengaruh besar.
5. Dalam mentakhrij kita membutuhkan wawasan luas seputar kitab-kitab hadits dan metodologi ulama didalamnya sehingga dengan itu kita mampu lebih leluasa dalam menggunakan beberapa metodologi yang akan digunakan dalam mentakhrij.
E. Metodologi Takhrij
Dalam mentakhrij hadits, kita bisa menggunkan sedikitnya lima metode takhrîj sesuai dengan kebutuhan ataun kemampuan serta metode termuda yang dapat kita tempuh. Jadi urutan metodologi yang dituliskan disini tidak bersifat hirarkis. Artinya, kita leluasa menggunakan salah satu metode tersebut.
Metode atau pendekatan yang dapat kita gunakan untuk memulai takhrîj adalah :
Dengan menggunakan metode al-istiqra’ atau tatabbu’. Metode ini bisa kita terapkan langsung dengan mencari hadits dalam kitab-kitab sunnah secara manual. Metode ini tidak membutuhkan informasi banyak seputar hadits baik ar-râwi al-a’la atau tema hadits yang sedang dibahas. Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun, metode ini secara khusus dapat melatih malakah atau dzauq seorang pentakhrij dalam mengenal lebih jauh kitab-kitab sunnah.

Takhrîj dapat juga dilakukan dengan menggunakan metode; mengetahui awal lafazh hadits, dan setelah itu kita dapat mencarinya dengan menggunakan buku-buku yang ditulis oleh ulama hadits yang mengumpulkan hadits mereka dengan menulis awal lafazh hadits. Para ulama menulis buku mereka dengan urutan huruf al-hija’iy. Buku-buku yang bisa digunakan untuk mencari hadits dengan menggunakan metode ini cukup banyak, diantaranya: al-jâmi’ al-saghîr karangan Imam al-Suyûthi, al-jâmi’ al-Azhar karangan Imam al-Munâwy, dll.
Dengan mengetahui lafazh hadits, kita juga mampu untuk mentakhrij hadits yang akan kita cari. Bedanya dengan metode sebelumnya adalah kita tidak terikat dengan lafazh awal hadits, namun dengan lafazh apapun yang terdapat didalam hadits. Diantara buku yang dapat dijadikan dalam menggunakan metode ini adalah kitab kitab al-Mu’jam al-Mufahras karangan orientalis W. Singh.
Ar-Râwiy al-a’la sebuah hadits juga dapat digunakan sebagai kata kunci untuk mentakhrij sebuah hadits. Metode ini hanya dapat kita gunakan ketika kita mengetahui ar-Râwiy al-a’la sebuah hadits dan selanjutnya kita cari dalam kitab-kitab sunnah yang disusun oleh para ulama berdasarkan metode al-Athrâf dan al-Masânid.
Dengan mengetahui tema sentral yang dikandung oleh sebuah hadits, kita juga bisa melacak keberadaannya dalam berbagai kitab sunnah. Namun metode ini sedikit membutuhkan feeling yang kuat seputar fiqf hadits. Cukup banyak buku-buku takhrîj yang disusun para ulama yang mengkhususkan hadits-hadits yang ditulis dan dikumpulkan berdasarkan tema-tema sentral tertentu. Jika kita bisa menebak dengan tepat tema sentral hadits yang sedang kita bahas, maka dengan mudah kita akan mengklasifikasikannya. Namun itu belum menjamin kita akan menemukan hadits kita secara langsung. Sebab bisa saja terjadi perbedaan antara perkiraan kita dengan tema yang disusun oleh para ulama hadits.
Jika hadits yang akan kita takhrîj memiliki karakter atau sifat yang sedikit atau banyak berbeda dengan hadits lain, maka dapat juga kita gunakan sebagai sarana takhrîj. Misalkan hadits yang akan kita takhrîj adalah hadits qudsy maka kita bisa melacaknya didalam kitab-kitab haits yang khusus ditulis oleh para ulama seputar hadits qudsy. Metode ini kita kenal dengan takhrîj hadits berdasarkan sifat sebuah hadits.
Demikianlah beberapa metode takhrîj yang dapat kita gunakan untuk mentakhrij sebuah hadits. Kita bebas menggunakan metode yang paling cepat dan tepat yang dapat kita gunakan tanpa terikat dengan salah satu metode.
Dan satu hal yang perlu diingat adalah ketelitian kita dalam mentakhrij, sebab seringkali terjadi kesalahpahaman dalam menggunakan buku-buku kunci takhrîj disebabkan kekurang tahuan kita dengan buku-buku tersebut.

F. Penutup
Demikian makalah singkat yang mudah-mudahan dapat dijadikan bahan dan pengantar diskusi seputar takhrîj. Penulis menyadari banyak kekurangan yang ditemukan dalam tulisan singkat ini. Maka, masukan ide para diskusan adalah penyempurna dari makalah sederhana ini.
Daftar Bacaan :
Thuruq Takhrîj, karangan Dr, Abd. Muhdiy abd. Qâdir abd. Hâdiy.
Kasyful litsâm, karangan Dr. Abd. Maujûd M. Abd Lathîf.
Ilmu Musthalah Hadits al-Tathbîqi, karangan Ali ibn Ibrâhim Hasyîsy
Manâhijul Muhadditsîn, karangan Dr. Muhammad S.a.w Mubarak As-Sayyyid.

http://alfauzi.blogspot.com/2008/10/pengantar-memahami-metodologi-takhrij.html

BAB I

PENDAHULUAN

A. A.Latar Belakang

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang kehidupan seorang yang telah menjadi enterpreneur sukses. Lebih baik kita mengetahui dahulu sebab-sebab terjadinya seseorang menjadi enterprenrur yang sukses. Dengan mengetahui sebab-sebab tersebut selanjutnya kita akan lebih mudah memahami makna yang tersurat dari terbentuknya seorang entrepreneur.

Berangkat dari sebab-sebab tadi, selanjutnya kita bisa mengetahui tahap-tahap apa saja yang bisa di jadikan semua orang untuk menuju seorang entrepreneur yang sukses. Membuka usaha kecil merupakan salah satu jalan untuk menuju menjadi seorang entrepreneur yang sukses, selain itu kita juga harus berorganisasi dari jaringan mikro maupun jaringan makro karena lingkungan pergaulan juga mempengaruhi kita dalam menjadi entrepreneur yang sukses.

Dengan demikian akan bernilai penting bagi siapa saja yang akan menjadi entrepreneur sukses melewati tahapan-tahapan tersebut. Serta mengetahui sebab-sebab yang mendorong seseorang untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Begitu juga dengan manfaat yang bisa dirasakan baik oleh orang yang menjadi entrepreneur sukses maupun orang-orang yang ada di lingkungan dan sekitarnya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cerita pertama mempunyai ide untuk menjadi Enterpreneur sukses?

2. Bagaimana tahapan-tahapanbisnin yang sudah di capai?

3. Bagaimana cara memasarkan sampai sukses?

C. Manfaat

1. Apa manfaat yang dirasa bagi diri sendiri?

2. Apa manfaat yang dirasa bagi orang lain?

BAB II

HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN

A. Ide Menjadi Entrepreneur

Sebelum saya mengulas lebih dalam dari hasil wawancara saya dengan nara sumber yang bernama Ridwan Abadi. Dimana menurut saya nara sumber ini merupakan seorang entrepreneur sukses maka saya akan mengulas dulu tenteng makna dari kata entreprenuer.

Entrepreneur menurut bahasa sama dengan kata wirausaha dan Wirausaha berasal dari kata wira atau perwira dan swasta. Wira atau perwira berarti bijaksana, mulia atau luhur. Swasta dari perkataan swa dan sta. Swa yang berarti sendiri dan sta yang berarti berdiri. Jidi, wirausaha atau Enterpreneur mempunyai arti kemempuan untuk hidup berdiri sendiri, merdeka lahir dan batih. (M,Tohar.Membuka usaha kecil.1999 hlm 163)

Kata entrepreneur berasal dari kata Prancis, entreprendre, yang berarti berusaha. Dalam konteks bisnis, maksudnya adalah memulai sebuah bisnis. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisi entrepreneur sebagai seseorang yang mengorganisir, memenej, dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha. Definisi entrepreneurship dari Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan pada inovasi, seperti:

- produk baru

- metode produksi baru

- pasar baru

- bentuk baru dari organisasi

Definisi entrepreneurship dari Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan pada inovasi, seperti:

- produk baru

- metode produksi baru

- pasar baru

- bentuk baru dari organisasi

Definisi entrepreneurship dari Ekonom Austria Joseph Schumpeter menekankan pada inovasi, seperti:

- produk baru

- metode produksi baru

- pasar baru

- bentuk baru dari organisasi

Kemakmuran tercipta ketika inovasi-inovasi tersebut menghasilkan permintaan baru. Dari sudut pandang ini, dapat didefinisikan fungsi entrepreneur sebagai mengkombinasikan berbagai faktor input dengan cara inovatif untuk menghasilkan nilai bagi konsumen dengan harapan nilai tersebut melebihi biaya dari faktor-faktor input, sehingga menghasilkan pemasukan lebih tinggi dan berakibat terciptanya kemakmuran/kekayaan.

(http://mybusinessblogging.com/entrepreneur/2007/12/20/definisi-entrepreneurship/)

Dilihat dari pengertian Entreprenuer yang kalimat hidup berdiri sendiri, merdeka lahir dan batin cerita munculnya sebuah ide untuk menjadi seorang Entrepreneur yang di ungkapkan oleh narasumber bisa menjadi bukti bahwa, memang benar seorang Ridwan Abadi adalah sosok seorang entrepreneur sukses masa kini dan ceritanya yang sudah saya proses menjadi sebuah informasi bagi pembaca ialah sebagai berikkut.

Ridwan Abadi

Tempat / Tanggal lahir
Jenis Kelamin
Status
Agama
Alamat

Lampung / 08 Agustus 1984
Laki-laki
Belum menikah
Islam
Metro, Lampung Tengah

Latar Belakang Pribadi

Potensi Diri

Kompetensi Materi

  • Baik dalam berkomunikasi – Mudah beradaptasi
  • Sikap proaktif – Berinisiatif
  • Dinamis – Membangun jaringan
  • Kreatif – Membuat konsep dan berpikir diluar masalah
  • Kemampuan menganalisis dengan baik – pemecahan masalah
  • Mampu mengorganisasi dengan baik
  • Pengembangan sumber daya manusia (khususnya di bidang Pengembangan diri)
  • Motivasi dan Konseling
  • Managemen Tim – Membangun Tim dan Mengembangkannya
  • Perencanaan Strategis
  • Pengembangan Potensi

Pengalaman Profesional

Periode

Organisasi

Tipe Organisasi

Bidang Usaha

Posisi

Peranan

Sep 2007 – sekarang

Inspirasi Sukses Indonesia

Profit

Pengembangan SDM

CEO

1. Pengambil Keputusan

2. Problem solving

Senior Trainer

1. Mengkonsep bentuk pelatihan

2. Membuat materi pelatihan

3. Membawakan materi dalam seminar, training & bentuk pelatihan lainnya.

Mei 2007 – Sep 2007

CV. Golden Star Persada

Profit

Pemasaran di bidang Telekomunikasi dengan bentuk Network Marketing

Support System

1. Membuat sistem pemasaran yang menunjang pengembangan perusahaan

2. Membentuk tim-tim pemasaran yang dipimpin oleh Marketing Leader

3. Membuat training-training pengembangan SDM para marketing

Des 2006 – Mei 2007

CV. Telaga Karya Bersama

Profit

Developer Perumahan & Pasar

Supervisor

1. Mengembangakan strategi pemasaran

2. Membina marketing untuk mencapai goal

3. Menduplikasikan strategi & cara pemasaran kepada marketing

Ags 2006 – Nov 2007

PT. Star Abadi Mandiri

Profit

Pemasaran di bidang Telekomunikasi

Marketing Leader

1. Memasarkan produk

2. Membentuk tim pemasaran

  1. Membina tim pemasaran

4. Mengembangkan kemampuan personal tim marketing

Jan 2004 – Agust 2006

CV. Golden Star Persada

Profit

Pemasaran di bidang Jewelery

Marketing Leader

1. Membentuk tim pemasaran

2. Memasarkan produk

3. Membina tim pemasaran

4. Mengembangkan kemampuan personal tim marketing

Sep 2004 – Agust 2005

Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Seluruh Indonesia
(ISMAPETI)

Non Profit, Organisasi Kemahasiswaan dengan sekup nasional

Membangun Jaringan Komunikasi Mahasiswa Peternakan antar Universitas di Indonesia

Dewan Majelis Permusyawaratan

1. Mengawasi jalannya program kerja

2. Mengakomodir masukan setiap divisi

Mei 2004 – Agust 2005

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Non Profit, Organisasi kemahasiswaan

Pemberdayaan Potensi Mahasiswa

Dewan Kedaulatan Tertinggi
(Presidium)

1. Menjalankan fungsi organisasi

2. Bertangungjawab atas program kerja

3. Membentuk Badan Eksekutif priode berikutnya

Sep 2001 – Agust 2002

Pramuka gugus depan SMUN 1 Metro-Lampung

Non Profit, Organisasi remaja

Wadah Pengembangan Diri Remaja

Pradana (Ketua)

1. Menjalankan fungsi organisasi

2. Menjalankan program kerja

Sep 2000 – Agust 2001

Ekskul Tae Kwon Do SMUN 1 Metro-Lampung

Non Profit, Organisasi Olahraga

Wadah Pelatihan Bela Diri

Ketua

1. Menjalankan program kerja

2. Mediator Tae Kwon Do pusat dan pihak sekolah

Kemampuan Teknis

Topik

Sub Topik

Deskripsi

Pengembangan Diri

Personality Plus

Bagaimana memahami kepribadian untuk mengoptimalkan potensi diri dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan kepribadian kita

People Skill

Seni membina hubungan antar manusia untuk mencapai sukses & bahagia serta kehidupan yang berkualitas

Manajemen Waktu

Manajemen waktu & prioritas dalam mencapai kehidupan berkualitas

NLP (Neuro Linguistik Programe)

Memahami  bahasa pemerograman alam bawah-sadar untuk mencapai kesuksesan

Pemetaan Kehidupan

Bagaiman memprogram perencanaan masa depan yang gemilang

Building Personal Vision

Bagaimana membangum visi pribadi sebagai bahan bakar dan energi untuk mencapai kesuksesan

Mind Management

Bagaimana memanage waktu agar efisien dan menentukan skala prioritas untuk mewujudkan kehidupan berkualitas

Creativity Development

Bagaimana menumbuh-kembangkan kreativitas, inklud pemahaman tentang kedua belah ttak

Attitude Plus

Bagaimana cara memiliki kepribadian yang disukai setiap orang

The Power of Positive Thingking

Mengupas cara menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan mampu mengatasi minder.

Pengembangan Organisasi & Kepemimpinan

Law of Leadership

Hukum-hukum kepemimpinan untuk mencapai kepemimpinan yang berkualitas

The Power of Teamwork

Bagaimana menumbuhkan kerjasama yang harmonis untuk mencapai potensi optimal tim

Team Management

Bagaimana memanage tim secara efektif

Basic Management

Mengupas management secara umum

Brainstorming

Mengupas strategi pencurahaan ide yang efektif

The Art of Dealing

Bagaimana teknik melakukan lobi dan dealing yang efektif

Pengembangan Usaha

Why Entrepreneur

Bagaimana merubah paradigma tentang wirausaha

Starting to be Entrepreneur

Bagaimana cara menumbuhkan 1001 ide untuk memulai usaha

Become Young Entrepreneur

Bagaimana cara menjadi pengusaha muda sukses disela waktu sekolah / kuliah

Be Entrepreneur from Zero

Bagaimana strategi memulai usaha dari nol dan tanpa modal.

Marketing Skill

Bagaimana cara menjual produk & usaha yang nampak biasa menjadi luar biasa

Promotion Strategi

Bagaimana membangun kekuatan promosi

Melipatgandakan Usaha

Bagaimana strategi mengembangkan usaha yang sudah berjalan menjadi berkali lipat

The Power of Dulication

Bagaimana mempertahankan kelanjutan usaha dengan membangun kekuatan duplikasi

Lain-Lain

Effective Learning Technique (ELiT)

Bagaimana mngoptimalkan kemampuan belajar dengan mengenal gaya belajar.

Mind Mapping

Mengenal peta pikiran sebaga belajar dan melonjakan prestasi

“ Ridwan Abadi merupakan Alumni Universitas Brawijaya Malang yang mengambil jurusan S1 Teknik pertanian. Narasumber lulus pada tahun 2006. Perkuliannya tidak semulus yang dibayangkan oleh kita semua karena perkuliannya tervonis droup_uot atau bisa dikatakan juga dengan berhenti setengah jalan. Parahnya lagi tervonis droup out ketika narasumber masih semester satu dan menginjak semester dua, tepatnya waktu liburan semester. Karena liburan itu identik dengan pulang kampong. Nara sumber pada waktu itu juga mengerjakan hal yang sama dengan teman-teman yang lainnya, yaitu pulang kampung.Sesampainya di rumah dan selang beberapa waktu nara sumber marah kepada ibunya, dengan pernyataan seperti ini: Mengapa dia dikuliahkan kalau akhirnya berhenti di tengah jalan? Ridwan Abadi berasumsi mengapa di perkuliahkan kalau akhirnya druop out hanya karena faktor perekonumian keluarga yang tidak memungkinkan. Tapi, setelah nara sumber mendapatkan sedikit pesan dari tantenya, Dengan kata-kata sebagai berikut: Ridwan harus belajar dengan sungguh-sungguh di kota Malang sana, karena Ibu Ridwan sampai meminjam uang sama tante untuk biaya Ridwan selama ini di perkuliahan. Setelah mendengar pesan tersebut nara sumber merasa berdosa sekali sama orang tuanya, maka nara sumber segera menemui orang tuanya untuk meminta maaf dan meminta doa disertai dan berjanji akan kembali lagi untuk melanjutkan study ke UB serta akan menjadi orang yang sukses di kemudian hari”.

Usaha dan Doa juga merupakan modal awal untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Dilaihat dari kehidupan bangsa kita yang beragama, nasib baik merupakan titik temu antara berusaha dan berdoa. Kita berusaha mencapai sukses dan kita berdoa kepada Allah agar diberi kelancaran dalam menjalankan usaha. Sumber rizki itu sulit untuk di duga, tetapi kita harus berusaha dan berdoa untuk memperolehnya. Begitu pula apabila sumber rizki ditutup oleh Allah maka tak seorangpun mampu membukanya. Kata kuncinya dicini adalah berusaha dan berdoa. (Ir. Rindang Sugiharto dkk. Akhlak manusia sebagai modal dasar berwirausaha. 2007 hlm 11). Berusaha yang dilakukan oleh Ridwan Abadi selaku nara sumber ialah berusaha untuk dapat memenuhi biaya perkuliahannya dan biaya hidup sehari-hari.

Pada awal mulanya biaya perkulihannnya di tempuh dengan jalan mencari biaya siswa yang bisa dia peroleh melalui hasil proses belajarnya selama ini, sedangkan biaya kehidup sehari-harinya di tempuh dengan jalan bekerja pada suatu tempat makan dan mencoba untuk bisnis kecil-kecilan setara dengan kemampuan nara sumber. Diantara bisnis awal yang dijalani oleh nara sumber adalah sebagai berikut: berjualan pulsa, membuka laundry. Bagaimana bisa seorang Ridwan Abadi bisa di bilang tidak mempunyai apa kok sampai bisa bergelut di bisnis laundry. Padahal kalian sudah mengerti semua bisnis laundry bukan bisnis yang mengeluarkan uang sedikit. Dengan berbekal ide dan rasa semangat yang tinggi. Seorang Ridwan Abadi yang tidak memiliki alat maupun tempat laundry akhirnya bisa memiliki bisnis dalam bidang ini. Caranya, nara sumber menawarkan jasa pada pemiliki laundry yang berupa jasa antar jemput laundry. Jalan yang ditempuh berikutnya nara sumber membuat selebaran beserta kartu nama yang berisi keteranganbahwa ada laundry yang antar jemput hanya tinggal sms ke nomer yang tertulis. Sebelum hasil laundryan di antar pada pelanggan, nara sumber menginovasi dengan menggunakan sebuah kotak kado yang cukup menarik dan menimbulkan kesan yang positif bagi pelanggan tersebut. Selain kedua usaha tersebut nara sumber juga mempunyai teman bergaul atau kumpulan orang yang sudah menjadi entrepreneur yang sudah sukses terlebih dulu, karena teman bergaul akan mengubah cara pikir kita semua. Jadi, selama nara sumber menjadi mahasiswa jarang sekallli bergaul dengan teman-teman mahasiswa yang lain. Dikampus hanya kuliah dan setelah jam perkuliahan selesai nara sumber langsung meninggalkan lingkungan kampus.

B. Tahap – Tahap Bisnis

Pada tahapan-tahapan bisnis ini di awali dengan bisnis kecil-kecilan terlebih dahulu dengan jalan membuka usaha kecil. Dimana pengertian dari Usaha kecil merupakan suatu kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi criteria kekeyaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam undang-undang. Yang memiliki criteria sebagai berikut:

a. Memiliki kekayaan bersih atau total asset paling banyak Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah),

b. Memiliki hasil penjualan bersih pertahun paling banyak Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah),

c. Milik warga Negara Indonesia,

d. Berdiri sendiri artinya bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimilliki, dikuasai, atau berafiliasi entah langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau dengan usaha besar,

e. Berbentuk usaha perseorangan, badan usaha yang tidak berbadan hokum atau badan usaha yang berbadan hokum termasuk koperasi.

Usaha kecil memiliki peran dan fungsi sebagai berikut:

a. Penyediaan barang jualan,

b. Penyerapan tenaga kerja,

c. Penerataan pendapatan,

d. Nilai tambah barang produk daerah,

e. Peningkatan taraf hidup.

(M,Tohar. Membuka Usaha Kecil.Kanisius,Yogyakarta.1999.hlm 2)

Dengan mengatahui pengertian beserta criteria dan peran beserta fungsi dari sebuah perusahaan kecil. Tahapan-tahapan bisnis yang di capai oleh nara sumber diantaranya, Dapur Inspirasi menejemen yang terbagi menjadi dua: Pertama, Institut Sukses Indonesia (ISI) dan Kedua, Dapur. Dimana Dapur tersebutvterbagi lagi menjadi tiga: Dapur Pulsa, Dapur DI\igital, dan Dapur U_nick.

Institut Sukses Indonesia (ISI) merupakan suatu pelatihan untuk menjadi wirausaha yang dilaksanaan dalam waktu tiga bulan. Kegiatan yang ada disini diantaranya: Basic, Training, Leadership seminar, The entrepreneur series, Mentoring dan yang terakhir wisuda. Selain itu ada, PDS RACe – Personal Development School – Ridwan Abadi Center.

PDS-RACe merupakan singkatan dari Personal Development School – Ridwan Abadi Center. RACe lahir dari buah pemikiran sosok Ridwan Abadi. Setelah banyak mengisi training dan menjadi Pembicara Publik dalam bidang pengembangan SDM dan Entrepreneurship, beliau menyusun kurikulum yang gagasannya mengenai pengembangan diri. Secara umum RACe merupakan sekolah pengembangan diri yang dikhususkan dan dirancang untuk remaja. Di RACe kita akan diajarkan untuk mengoptimalkan potensi yang terpendam dalam diri kita yang disampaikan dengan cara yang sangat menyenangkan oleh mentor-mentor yang sudah berpengalaman. RACe sebagai sekolah pengembangan diri nonformal dalam programnya memfokuskan pada bidang-bidang yang tidak atau belum diberikan di sekolah sebagai tempat pendidikan formal, dan karena RACe merupakan wadah pendidikan nonformal, maka sistem pembelajaran dan lingkungannya sangat jauh dari kesan formal yang sangat cocok dengan jiwa anak muda. Jadi harapannya, alumni dari RACe mampu menjadi manusia-manusia terbaik yang mampu menggabungkan kemampuan akademik dengan pengetahuan-pengetahuan yang tidak didapatkan di pendidikan forma

Yang memiliki Visi : Mengoptimalkan potensi generasi muda Indonesia menuju generasi berprestasi dan Misi: Memberikan edukasi secara kontinu di bidang-bidang yang belum diberikan di pendidikan formal. Secara kontinu terus mengembangkan diri untuk bisa memberikan yang terbaik.

Fokus pada bidang-bidang yang sangat menunjang untuk kesuksesan tapi tidak diberikan di pendidikan formal, yaitu Leadership, Entrepreneurship dan Learning Technique. Pada leadership, kita akan diberikan pengetahuan tentang kepribadian, character building, perencanaan masa depan, dan masih banyak lagi. Pada entrepreneurship, kita akan diajarkan tentang financial quotient, ide dan perencanaan usaha, pengembangan usaha dan karir, serta masih banyak lagi. Pada learning technique kita akan mengupas tentang cara belajar, karena selama ini kita sudah belajar tanpa tahu bagaimana cara belajar, sehingga belajar menjadi suatu hal yang membosankan. Diharapkan dari semua fokus pendidikan diatas dapat mengoptimalkan potensi-potensi kita dengan mempelajari hal-hal yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah.

Memiliki Program PDS-RACe membuka program intensive class, dimana dalam program ini pertemuan diadakan 3 kali dalam seminggu selama 2 bulan. Kelas dibuka dengan minimal murid 10 orang dan untuk jadwal diatur bersama kelompok di kantor RACe. Selama 2 bulan, kita akan mendapatkan 24 kali pertemuan yang disampaikan baik secara tatap muka maupun aplikasi di lapangan. Selain itu kita juga akan mendapatkan 1 kali kelas super camp sebagai penutupan program yang akan mengulas tentang sejauh mana perkembangan kemampuan kita. Dan sebagai akhir dari program akan diberikan sertifikat kelulusan dalam acara wisuda. Efektifitas program tersebut sangat tergantung pada seberapa jauh siswa dapat menerima dirinya dan seberapa besar keinginannya untuk berubah

Dapur pulsa merupakan suatu usaha yang menyediakan keperluan dalam pemenuhan kebutuhan pulsa dan bisa juga bergabung dalam bisnis ini, bekerja sama di dapur pulsa ini.

Dapur digital merupakan suatu usaha yang bergerak dalam bidang komputerisasi, diantaranya: pembuatan brosur, kartu nama, pembuatan website, company profile presentasi multimedia, dan interaktif, website banner atau advertisement, electronic magazine, electronic catalog dan electronic book. Selain itu ada BLUE OCEAN – Web Developer Management

BLUE OCEAN Web Developer Management adalah pengembangkan website untuk perusahaan, instansi bahkan perorangan dengan hasil sangat memuaskan.

Bila kita mau berpikir lagi, untuk memperkenalkan Produk Baru, Promosi Usaha, Publikasi Acara atau ingin memperkenalkan usaha, band dan diri Anda sendiri ke publik di satu kota saja, berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan? Pasti banyak sekali yang kita keluarkan untuk membuat brosur, baleho, pamflet iklan di koran, radio, televisi dan lainnya yang waktunya terbatas!!! Oleh karena itu, memiliki website/ situs sendiri adalah solusinya. Sekali buat untuk selamanya, dan yang pasti Anda dapat menghemat puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Layanan Yang Kami Sediakan :

  • Pembuatan Desain Web (Web Design)
  • Pendaftaran Domain Dan Penempatan Web (Web Hosting & Domain)
  • Maintenance Bulanan
  • Technical Support 24/7
  • Training Web Design
  • Manajemen & Marketing Web Developer

Dapur U-nick merupakan kedai sebab seacam tempat makan. Usaha yang bergerak di bidang makanan mulai dari yang tradisional sanpai yang modern. Dengan memiliki paket MMS (makan murah sianng-siang). Kedai SeBAB Dapur Unick, atau yang lebih di kenal degan nama d’ U-Nick merupakan tempat makan yang hadir dengan terobosan keunikan menu-menunya. Sesuai dengan namanya, banyak kreasi menu baru yang original di tawarkan yang mungkin tidak akan pernah anda temui di tempat lain seperti Bakso Crunchy, Bakso Krezz, Burger Jamur Merah, Burger Been, Steak Burger, Steak Been, dan masih banyak lagi tentunya. Selain Mengutamakan Urusan makanan d’ U-Nick juga menyediakan aneka minuman yang tidak kalah uniknya di bandingkan dengan kreasi makanan. Seperti misalnya Es Degan Leci, es Degan Jerman, dan juga U-Nick Juice dimana konsumen yang menentukan dua jenis buah yang akan dicampur untuk dijadikan jus. Fasilitas yang disediakan, VIP room, yang bisa juga di pakai untuk meeting room, dan full music room. Yang beralamat: Ruko Pendowo, Jl Mayjend Panjaitan 225 Malang 65113, Jawa Timur.

Setelah memiliki usaha yang bergerak di berbagai bidang, maka nara sumber berusaha untuk mengembangkan usahanya tersebut. Pengambangan usaha tersebut sudah dibuktikan yang terjadi pada Dapur U-nick dimana uasaha tersebut sudah mempunyai satu cabang dan akan menambah lagi cabangnya di salah satu tempat yang berada di kota malang. Pengalaman memiliki teman bergaul yang lebih luas juga bisa menjadi sarana untuk memperluas usaha yang telah ada baik dalam jaringan mikro maupun jaringan makro. Menurut Williamson 1975;1985; thoreli 1986 bahwa jaringan pada bisnis merupakan perspektif biaya transaksi bentuk organisasi perantara yang terletak di antara pasar tebuka dan hierarki manejemen. Menjadi sebuah masalah kalau bisnis kecil tidak memiliki jaringan atau tanpa hubungan, paling tidak terhadap pelanggannnya jika bukan pada pemasok dan juga pada tingkat pelayanan bisnis, tampaknya perlu bagi kita untuk membedakan “yang biasa” dengan hubungan jaringan. (Martin,Perry. Mengembangkan Usaha Kecil. 2000. hlm 5)

C. Cara Pemasaran.

Ridwan Abadi sebagai nara sumber melakukan pemasaran dalam uasahanya yang bergerak di beberapa bidang itu dengan satu cara yaitu melalui iklan, tapi disini iklannya yang terbagi menjadi tiga: mulut ke mulut (MM), kartu nama dan selebaran, serta melalui dunia maya dalam hal ini melalui webside dan email. Selain itu nara sumber juga sering mengisi acara tentang enterpreneur di beberapa tempat dan ada pertemuan rutin yang di lakukan oleh nara sumber terhadap siapa saja yang ingin menjadi entrepreneur sukses, hal tersebut juga dapat di jadikan jalan untuk mempromosikan uasaha yang telah di tekuni oleh nara sumber.

Dari beberapa cara tersebut telihat bahwa Ridwan Abadi berusaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen karena dilihat dari arti Pemasaran sendiri merupakan kegiatan meneliti kebutuhan dan keinginan konsumen untuk menghasilkan barang atau jasa, menentukan harga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang dan jasa. Pemasaran mempunyai prinsip menciptakan nilai bagi pelanggan, keunggulan bersaing, dan fokkus pemasaran.

Pemasaran mempunyai perencanaan yang terdiri dari empat langkah:

1. Menentukan kebutuhan dan keinginan pelanggan

2. Memilih pasar sasaran khusus

3. Menempatkan strategi pemasaran dalam persaingan

4. Memilih strategi pemasaran.

Bauran pemasaran (marketing mix) meliputi 5P, yaitu: probe, product, price, place, dan promotion. Metode ini yang dikenal dengan Bauran Pemasaran (Marketing Mix).

Dalam perkembangannya, untuk layanan jasa dikenal juga istilah 7 P dimana 4 P pertama adalah Product, Price, Place, dan Promotion. Untuk 3 P yang selanjutnya adalah Bukti Fisik (Physical Evidence), Proses (Process) dan Orang (People).

Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.

Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran)

Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internetMetode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet

Pemasarn memiliki enam fondasi market driven yaitu orientasi konsumen, kualitas, kenyamanan, dan kesenangan dan kepuasan pelanggan. (Dr, Suryana. M.Si. Kewirausahaan. Selemba Empat. 2006. Hlm 135)

Arti pemasaran yang lain Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaranhttp://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran)

D. Manfaat

Semua hal yang ada di dunia ini pasti mempunyai nilai positif dan nilai negative, hal tersebut tidak bisa di hindari lagi. Begitu juga dengan seorang entrepreneur juga memiliki nilai positif dan nilai negative. Bernilai positif dalam hal ini adalah bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Manfaat bagi diri sendiri, pencapaian entrepreneur membuat nara sumber lebih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan yang lebih tinggi. Dimana maksud dari kebutuhan yanglebih tinggi nara sumber sudah bisa menyalurkan bakatnya dalam pencapaian dia sebagai entrepreneur sukses.

Selain bermanfaat bagi diri sendiri, penyapaian entrepreneur nara sumber juga bermanfaat bagi orang lain. Dalam hal ini bermanfaat bagi orang tua maupun orang sekitarnya. Dengan adanya usaha-usaha yang dicapai oleh nara sumber maka nara sumber membutuhkan tenaga kerja. Pengertian tenaga kerja merupakan sekelompok orang yang mapu melakukan pekerjaan, baik di dalam maupun di luar hubungan kerja, berguna menghasilkan suatu barang atau jasa untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu tenaga kerja merupakan slah satu factor produksi yang sangat penting kedudukannya, bukan hanya karena menyanngkut kesejahtaraan keluarga dan masyarakat. ((M,Tohar.Membuka usaha kecil.1999 hlm 9)

Manfaat dari kewirausaahn atau entrepreneur dilihat dari ruang lingkupnya itu terbagi menjadi dua, yaitu manfaat secara mikro dan makro. Manfaat secara mikro merupakan sebagai penemu dan perencana. Sebegai penemu, wirausaha berperan dalamm memuakan dan menciptakan, diantaranya: produk baru, teknologi baru, ide-ide baru dan organisasi baru. Sebagi perencan, wirausaha berperan dalam merancang, diantaranya: perencanaan perusahaan, strategi perusahaan, ide-ide dalam perusahaan, organisasi perusahaan. Sedangkan manfaat secara mikro merupakan penggerak, pengendali, dan pendorong perkembangan ekonomi suatu bangsa.

Menurut Zimmerr manfaat dari wirausaha ialah menciptakan nilai barang dan jasa melalui proses pengominasian sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda untuk dapat melakukan persaingan. Dan menuru Shombart, membagi manfaat wirausaha menjadi tiga yaitu, pemimpin industry, uasahawan, dan pemimpin keuangan. (Dr, Suryana. M.Si. Kewirausahaan. Selemba Empat. 2006. hlm 77)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Enterpreneur menurut bahasa sama dengan kata wirausaha dan Wirausaha berasal dari kata wira atau perwira dan swasta. Wira atau perwira berarti bijaksana, mulia atau luhur. Swasta dari perkataan swa dan sta. Swa yang berarti sendiri dan sta yang berarti berdiri. Jidi, wirausaha atau Enterpreneur mempunyai arti kemempuan untuk hidup berdiri sendiri, merdeka lahir dan batih.

Berusaha itu dimuali dari lingkup mikro terlebih dahulu selanjutnya akan bergerak ke tingkat yang lebih luas atau makro. Usaha dan Doa merupakan modal awal untuk menjadi entrepreneur yang sukses.

Pencapaian menjadi seorang entrepreneur sukses akan bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Yang akan menjadikan hidup lebih berwarna lagi.

B. Saran

Telah selainya hasil observasi saya ini semoga menjadi bahan bacaan yang lebih efektif bagi pembaca di semua kalangan. Menjadikan suatu informasi yang berguna bagi siapapun yang membaca, terutama bagi seoarang yang berperan langsung dalam bidang entrepreneur.

ABNORMALITAS SEKSUAL

HOMOSEKSUAL

“ G A Y “

Pribadi abnormal pada umumnya mengalami gangguan mental yang hebat, hampir setiap orang pasti pernah melihat tingkah laku abnomal di lingkungannya, dari tetangga, orang gelandangan di kampung maupun orang gelandangan di jalan raya. Melalui titik kepatahan mental, mengalami mental break down total. Mereka slalu diliputi oleh gangguan batin,miskin jiwanyan tidak stabil, tanpa perhatian pada lingkungannya, terpisah hidaupmya dari masyarakat, selalu gelisa dan takut, dan jasmaninya sering sakit-sakitan. Gejala penyakit seperti ini sudah ada sejak beberapa tahun silam. Perilaku masyarakat pada zaman silam terhadap orang-orang abnormal sangat berfariasi, tapi inti dari semua perilakku tersebut sangat berakibat fatal pada kehidupan kaum abnormal. Misalnya: dirantai dan dipasung. Namun beda pada zaman sekarang, orang yang menderita abnormal harus ditolong diobati, bukan disiksa.

Abnormal dianggap dari beberapa segi, mulai dari segi patologis, statistic dan segi kultur / budaya, ialah:

a) Abnormal segi patologi: tingkahlaku abnormal merupakan akibat dari kecelakaan, suatu penyakit, atau status kepribadian yang kacau.

b) Abnormal segi statistic: merupakan pendekatan grafis dan secara matematis mengenai masalah siapakah yang disebut normal dan abnormal.

c) Abnormal segi kultur atau budaya: tingkah laku atau sikap hidup seseorang di anggap sebagai normal atau abnormal bergantung pada lingkungan kebudayaan orang tersebut.

Psikologi abnormal ialah suatu cabang psikologi yang menyalidiki segala bentuk gangguan mental abnormalitas jiwa, misal: GAY. Ilmu ini berusaha menyalidiki dan mengadakan klasifikasi sebab-sebab gangguan pribadi dan bentuk-bentuk tingkah laku yang menyimpang. Serta berusaha mencari cara penyembuhan dari penyakit abnormalitas tadi. Tingkah laku abnormal banyak menyangkut masalah sosial dan masalah kedokteran.

Sebab dari abnormalitas ada empat factor:

1) Faktor hereditas merupakan peristiwa idiopathy, psikosa, penyakit TBC, neurosa, psikosa sifilitik (oleh penyakit sipilis).

2) Faktor sebelum lahir, ialah bayi dalam kandungan kekurangan nutrisi yang menyababkan keguguran pada ibu hamil, bayi dalam kandungan sudah mengalami penyakit sehingga ada pengaruh yang buruk pada janin, terjadi keracunan pada janin, ketika ibu mengandung jiwanya terganggu sangat parah (mengalami gangguan jiwa) atau menjadi gila dekat sebelum melahirkan bayinya, dan perut ibu yang mengandung terkena pukulan yang cukup keras kepala bayi atau bagian vital lainnya terkena pukulan sehingga jadi rusak atau cacat.

3) Faktor ketika lahir, ada tiga macam, yaitu kelahiran bayi dengan tang, bayi lahir tanpa nafas, bayi lahir sebelum masanya.

4) Faktor sesudah bayi lahir, ada lima macam, yaitu traumatic, kejang, infeksi pada otak, kekarangan nutrisi dan factor psikologis.

Setelah kita mengetahui arti dan sedikit pemahaman tentang abnormalitas. sSekarang kita akan membahas tentang apa yang dimaksud tentang Abnormalitas Seks. Seks merupakan suatu energi psikis, membantu manusia untuk bertingkah laku. Bukan tingkah laku di bidang seks saja. Misalnya: berprestasi dalam dunia kerja, rumah tangga dan tugas-tugas moril lainnya. Bila manusia ingin mempunyai keturunan maka manusia tersebut memerlukan hubungan seks tapi lain jenis bukan hubunngan seks yang sejenis. Relasi seksual sifat erotis yang terjadi di hubungan khusus antara wanita dan pria. Dengan relasi seksual ini kedua pihak menghayati bentuk kenikmatan dan puncak kenikmatan seksual atau orgasme, jika dilakukan pada hubunngan yang normal sifatnya dan sebutan bagi hubungan seksual diantara dua jenis yang beda disebut relasi hetero-sesual sedangkan Jika seks ini dilakukan pada dua jenis yang sama disebut homo-seksual. Ketidakwajaran seksual itu mencakup perilaku-perilaku seksual atau fantasi-fanasi yang di arahkan pada pencapaian orgasme lewat relasi diluar hubungan kelamin heteroseksual, dengan jenis kelamin yang sama, atau dengan partner yang belum dewasa, dan bertentangan dengan norma-norma masyarakat.

Penyimpangan seksual jelas merupakan substitusi dari relasi kelamin heteroseksual yang biasanya bersifat kompulsif, dan tegar menetap. Karena itu penyimpangan seksual merupakan satu aspek dari gangguan kepribadian dan penyakit neurotis yang umum. Penyimpangan pada seseorang bias terjadi secara mejumuk. Sebab-sebab terjadinya penyimpangan seksual ini sangat bergantung pada, sturtur kepribadian seseorang dan perkembangan kepribadiannya; menetapnya kebiasaan yang menyimpanng; kuatnyan tingkah laku seksual yang menyimpang; sikap pribadi individu abnormal terhadap gejala penyimpangannya; adanya prilaku-prilaku yang lain yang parallel tumbuhnya.

Jika diliat melalui secara klinis, penyimpangan tingkah laku seksual berasosiasi pada melemahnya dan atau rusaknya kemampuan untuk menghayati relasi-relasi seksual yang bias saling memuaskan dari lawan jenis kelaminhnya; dan biasanya ada efek- efek kuat berisikan unsur rasa bersalah berdosa, dendam, dan kebencian. Pada tingkah laku seksual yang menyimpang sering brjalan tanpa ada diskriminasi, bahkan tanpa mempedulikan perasaan partnernya sama sekali. Perilaku semacam itu banyak didasari oleh kebutuhan neurotis dan dorongan non-seksual dari pada kebutuhan erotis, yang pada akhirnya menuntunpasien pada tingkah laku komplusif dan patologis. Karena seksualitas berhubungan dengan kepribadian, maka penyimpangan seksual berasosiasi pada: ketidak mampuan menyesuaikan diri yang cukup parah; kesulitan neurotis; dan ketakutan kecemasan terhadap relasi heteroseksual. Maka begitu luas spectrum penyimpangan seksual tersebut. Penyebab penyimpangan seksual tersebut merupakan multi faktoral karena menyangkut gejala dalam maupun luar pribadi yang saling berkaitan. Yang intrinsic yaitu factor-faktor herediter atau keturunan, berupa predisposisi dan konstitusi jasmani dan mentalnya, dan mencakup factor genetis dan predisposisi hormonal, yang bias menjuruskan orang pada penyimpangan seksual. Misal factor genetic ini berperan penting dalam pemunculan gejala homoseksualitas walaupun dalam beberapa kasus juga bias terjadi lewat identifikasi kasus yang sangat intens, atau lewat imitasi terhadap kebiasaan lingkungan khusus Jadi ada pemekaan individu terhadap pengaruh lingkungan tertentu.

Sedang factor ekstrintik adalah kerusakan fisikdan psikis yang disebabkan oleh adanya interaksi pengalaman dengan lingkungan yang traumatis sifatnya. Faktor ini sangat penting ialah relasi anak orang tua. Terori psikoalisasi menekankan, bahwa kondisi penentu pada tingkah laku seksual ang menyimpang itu di letakkan pengalaman masa kanak-kanak yang sangat muda misal kompleks oedipal, Astral, latar be;lakang familial dengan penyimpangan-penyimpangan seksual, homo seksualitas dikalangan keluarga, dll. Pada orang seperti ini biasanya terdapat pada ibu yang terlalu melindungi pada anak-anaknya, mempunyai ikatan sangat intim dan mengikat sifatnya., tetapi mempunyai kewibawaan mengontrol yang kuat dan suka menuntut. Sedang ayahnya pada umumnya lepas, bersikap tak mau mngerti, acuh tak acuh, bahkan bias bermusuh pada anak laki-lakinya. Perkawinan yang mendidik anak-anaknya secara abnormal bias juga, biasanya membutuhkan remaja-remaja dan adolesens dengan penyimpangan seksual. Maka gangguan tersebut bersifat tidak harmonis, kontravarsal, kejam, penuh kemunafikan, tidak terdapat hubungan yang baik antar ayah dan anak-anak laki-lakinya, konstelasi keluarga yang patologis, semuanya hanya menjadi fasilitas untuk perkembangan penyimpangan seksual.

Perilaku penyimpangan seks yang a-typis atau penyimpangan pada masa kanak-kanak itu bias tegar dan terus berlangsung sebagai perilaku peranan seks yang a-typis atau abnormal pulapada masa kedewasaan. Oleh sebab itu interaksi yang buruk antar anak dengan orang tua, anak terhadap lingkungan sekitas menjadi peranan penting membentuk perkembangan psikoseksual pribadi.

Abnormalitas dalam pemuasaan dorongan seksual terdapat pada tiga bagian: dorongan seksual yang normal, partner seks yang abnormal atau dotongan seks yang abnormal, cara-cara abnormal dengan pemuasan dorongan seksual. Dalam abnormalitas seks disebabkan oleh dorongan seksual yang sebagai berikut: Pelacuran; Promiskuitas; perjinaan; seduksi dan perkosaan; frigiditasi; impotensi; ejakulasi premature; copulatoriimpontency dan psychogenic aspermia; nymphomania; satyriasis; vaginismus; dispareuni; anorgasme; dan kesukaran coitus pertama. Sedangkan dalam abnormalitas seks disebabkan adanya prtner seks yang abnormal ini ialah: homoseksual ( oral erotisme, anal erotisme, interfemoral coitus); lesbianisme; bestiality; zoofilia; nekrofilia; pornografi dan abcenity; pedofilia; fetishisme; frottage; geronto seksualitas; incest; saliromania; dan wifeswapping;mysofilia,koprofilis dsn urofilia.

Homoseksual merupakan relasi seksdengan jenis kalamin yang sama tau bias juga dikatakan tertarik dengan sesame jenis (GAY). Ekspresi homoseksualitas ada tiga: aktif maksudnya bertindak sebagai pria yang agrasif; pasif seperti wanita yang feminim; bergantian peranan maksudnyakadang menjadi pria kadang juga menjadi wanita.

Penyebab homoseksual dilihat dari konteks teori-teori:

a) Factor herediter berupa ketidak imbangan hormone-hormon seksual,

b) Pengaruh lingkungan yang tidak baik, tidak menguntungkan bagi perkembangan kematangan seksual yang normal

c) Seseorang selalu mencari kepuasaan relasi homoseks karena ia pernah mengalaminya sewaktu remaja.

d) Seorang anak laki-laki pernah mengalami trauma pada ibunya, sehingga timbul kebencian terhadap ibunya dan semua wanita. Timbullah homoseks yang menetap.

Homoseksual pada pria bias terjadi dengan jalan manipulasi alat kelaminpertnernya. Ada oral erotism. Stimulasi oral pada penis disebut felatio. Stimuli oral pada vagina disebut cunnilingus. Ada cara lain yaitu bergantian melakukan senggama melalui dubur.

Homoseksualitas mengacu pada interaksi seksual dan/atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama. Pada penggunaan mutakhir, kata sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan/atau hubungan sexual di antara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa jadi tidak mengidentifikasi diri merek sebagai gay atau lesbian. Homoseksualitas, sebagai suatu pengenal, pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. Istilah gay digunakan sebagian besar untuk mengacu pada orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai homoseks, tanpa memandang jenis kelamin. Lesbian adalah suatu istilah tertentu yang hanya digunakan untuk merujuk kepada wanita homoseks.

Definisi tersebut bukan definisi mutlak mengingat hal ini diperumit dengan adanya beberapa komponen biologis dan psikologis dari seks dan gender, dan dengan itu seseorang mungkin tidak seratus persen pas dengan kategori di mana ia digolongkan. Beberapa orang bahkan menganggap ofensif perihal pembedaan gender (dan pembedaan orientasi seksual).

Homoseksualitas dapat mengacu kepada:

  • orientasi seksual yang ditandai dengan kesukaan seseorang dengan orang lain mempunyai kelamin sejenis secara biologis atau identitas gender yang sama.
  • perilaku seksual dengan seseorang dengan gender yang sama tidak peduli orientasi seksual atau identitas gender.
  • identitas seksual atau identifikasi diri, yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku homoseksual atau orientasi homoseksual.

Ungkapan seksual dan cinta erotis sesama jenis telah menjadi suatu corak dari sejarah kebanyakan budaya yang dikenal sejak sejarah awal . Bagaimanapun, bukanlah sampai abad ke-19 bahwa tindakan dan hubungan seperti itu dilihat sebagai orientasi seksual yang bersifat relatif stabil. Penggunaan pertama kata homoseksual yang tercatat dalam sejarah adalah pada tahun 1869 oleh Karl-Maria Kertbeny, dan kemudian dipopulerkan penggunaannya oleh Richard Freiherr von Krafft-Ebing pada bukunya Psychopathia Sexualis.

Di tahun-tahun sejak Krafft-Ebing, homoseksualitas telah menjadi suatu pokok kajian dan debat. Mula-mula dipandang sebagai penyakit untuk diobati, sekarang lebih sering diselidiki sebagai bagian dari suatu proyek yang lebih besar untuk memahami Ilmu Hayat, ilmu jiwa, politik, genetika, sejarah dan variasi budaya dari identitas dan praktek seksual. status legal dan sosial dari orang yang melaksanakan tindakan homoseks atau mengidentifikasi diri mereka gay atau lesbian beragam di seluruh dunia.

Contoh masalah-masalah kelainan dalam kehidupan seksual (homoseksual dan lesbian) di linukungan sekitar kita:

1. Seorang sarjana pertanian yang berumur 30 tahun dan sudah mempunyai istri yang tiga tahun lebih mudah. Berumah tangga yang cukup baik-baik saja selama ini memiliki anak yang sehat, ucu, dan juga cerdas. Bentuk fisik isrinya juga lumayan sempurna, krtika istrinya masih gadis banyak pria yang menarik hati padanya. Hubungan intim kedua suami istri tersebut juga wajar antara 3-4 kali seminggu. Masalah sarjana pertanian ini sekarang lebih tertarik pada pria dari pada wanita. Kalau melihat pria yang gagah dan bergaya jantan, langsung deg-degan dan menjadi tertarik dan sekarang sarjana pertanian ini sedang ada tugas di luar kota waktunya cukup lama sehingga sementara tidak bias berkumpul dengan keluarga sekaligus tidak bisa melakukan hubungan suami istri dengan istrinya. Anehnya jika sajana pertanian ini mimpi basah yang di impikan bukanlah istri maupun seorang wanita lainnya, melainkan seorang pria. Bila dia dalam kehidupan sehari-harinya melihat seorang pria berpakaian minim, misalnya memakai celena pendek atau telanjang dada, langsung merasa terangsang. Sebaliknya dia tidak suka melihat pria yang loyo yang seperti waria. Jika dia melihat foto wanita yang berpakaian dongin merasa biasa saja / bersikap dingin.

Kehidupan sarjana pertanian ini sewaktu umur 7-10 tahun mengalami pengalaman yang bisa dibilanng penganiayaan fisik karena dia pernah di gauli beberapa kali oleh sejumlah laki-laki dewasa dan pada saat kecil mainan yang disukai bukan permainan anak laki-laki tapi mainan anak perempuan contohnya saja boneka.

2. Pria karyawan kantor memiliki masalah homoseksual yang masalahnya barawal dari pertemuan dengan seorang pria dalam perjalan. Mereka berkenalan bertukar nomor telepon. Akhirnya mempunyai hubungan pertemanan yang lebih akrab dari obrolan telepon, kadang bertemu untuk jalan-jalan bersama. Selang waktu berlalu rasa cinta dan saying itu akhirnya datang juga. Namanya juga sedang jatuh cinta dimana-mana selalu terbayang dia dan ingin sering bertemu. Hal itu terjadi terus menerus.

3. Seorang anak bungsu dari enam bersaudara yang berusia 19 tahun, memiliki wajah yang cukup ganteng, penampilan, tubuh, tingkahlaku sangat pria yang jauh dari hal feminim. Banyak gadis yang menyatakan cinta, secara langsung maupun tidak langsung. Tapi karena hal itulah anak bungsu ini menjadi tersiksa. Mungkin karena dia tidak tertarik pada wanita, secantik apapun wanita tersebut yang ingin menjadi pendamping hidup dia. Serta anak bungsu ini juga tidak suka jika melihat pria yang begitu feminism. Dari hal itulah anak bungsu ini merasa dirinya homoseksual.

4. Seorang pemuda berusia 23 tahun, bungsu dari empat bersaudara, belum menikah sedang felling in love dengan seorang bapak dari 2 orang anak dan sudah berhubungan selama 3 tahun. Bapak ini bekerja sebagai konsultan perusahaan asing, letak perusahaannya satu kota dengan pemuda tersebut. Istrinya tahu tentang hubungan pemuda tersebut dengan suaminya, dan mereka bertiga kadang bertemu jika istri tersebut berkunjung ke suaminya. Hubungan homoseksual tersebut seperti tidak terjadi apa-apa, diantara mereka bertiga tidak ada rasa cemburu.

5. Pria lajang berusia 30 tahun, merupakan seorang manajer menengah pada sebuah perusahaan swasta.Penampilan yang 100% pria. Memiliki masalah homoseksual mulai sejak kecil. Baru terasa bener-bener ketika SMA. Pria ini baru “pacaran” pada saat kuliah tingkat III dengan sesama jenis, itu merupakan hubungan pertama yang dilakukan. Hubungan tersebut kandas di tengah jalan karena merasa dikhianati. Pria tersebut pernah menciba utuk bunuh diri, tapi gaagl. Solusi yang di ambil akhirnya pindah kerja ke kota lain. Orang tua dan saudara seoarng pri tersebut tidak ada yang mengatahui tentang kejadian yang sudah dilewati oleh pria tersebut dan di kehidupan yang baru, di kota dan pekerjaan boru, pria tersebut mencoba nerkenalan dengan seorang wanita. Hubungan mereka berjalan cukup lama. Pada suatu waktu pria tersebut mencoba untuk jujur pada seorang wanita yang telah jadi pacarnya, karena menurut pria tersebut lebih baik tahu dari dia langsung dari pada tahu dari orang lain. Namun keterbukaan ternyata pahit,tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya. Wanita tersebut meninnggalkan pria itu dan pria mengalami patah hati lagi. Merasa terpukul, merasa benci dengan kehidupan ke-gay-an begitu juga dengan kaum gay. Masalahnya di kehidupan normal pria tersebut di tolak. Jalan yang di ambil adalah lari ke minuman keras karena tidak bisa merasakan lagi tidur nyenyak. Saat siang hari berusaha menyibukkan diri sehingga tidak ada waktu buat melamun atau merenung. Tapi jika malam tiba merasa resah, gelisa, kesepian, dan tertekan. Tak seorangpun teman kantor pria tersebut yang tahu tentang hal yang terjadi. Mereka beranggapan kalau pria tersebut merupakan pribadi yang mandiri yang ceria serta tegar. Tapi di balik itu sebenarnya jiwa lelaki tersebut rapuh dan nyaris hancur. Kadang pria tersebut berfikir jika sampai teman-teman kantornya tahu, mereka pasti menjauhinya. Karena kepribadian yang sebenarnya biasanya dimusuhi dan dijauhi oleh khalayak ramai. Pria tersebut jjuga berusaha semaksimal mungkin agar teman-teman di koantornya tidak ada yang tahu. Tapi seiring waktu berlalu terdengarlah berita-berita tentang sifat aslinya, yang telah diperbincangkan oleh teman-taman kantornya. Kepura-puraan membuat pria tersebut menjadi muak, lelah, putus asa,. Apalagi pada usia 30 tahun, usia yang sudah matang melangsungkan pernikahan yang sah.

6. Seorang komisaris perusahaan swasta di bidang ekspor mengalami kehidupan di dua dunia. Bila diantara rekan pengusaha, berasaha menyukai diri dengan mereka. Tapi, pada saat sendirian komisaris tersebut kembali pada dunianya (homoseksual). Keluarga komisaris yang sebagian besar tinggal di luar negeri tidak ambil pusing dengan kehidupan yang dijalani komasaris tersebut. Mungkin karena keluarga yang tinggal dilaur negeri tersebut sudah broadmind menghadapi persoalan hidup. Tapi keadaan di pihak almarhuma ibu komisaris sangat beda, keluarga almarhum ibu sangat taat pada agama.

7. Pria berusia 22 tahun, seorang mahasiswa dan belum menikah. Sejak kecil sudah mengalami gay tapi penampilan wajar-wajar saja seperti pria kebanyakan. Memiliki postur tubuh yang lumayan bagus. Banyak wanita yang simpati dan mengajak menikah. Tapi malah pria tersebut tidak mau menikah dengan wanita yang telah menaruk hati padanya malah sebaliknnya pria tersebut telah memiliki pasangan gay yang tetap maksudnya sudah cukup lama. Di lain pihak masyarakat di sekitar menolak tdunia dia. Yang jelas pri a tersebut tidak merasa terganggu karenanya, Bahkan dia menikmatinya, karena kehidupan seperti itu tidak bisa dipisahkan dari dia. Kehidupan seperti ini pernah dibicarakan pada seorang sahabat laki-laki dia. Awalnya sahabat tersebut tidak percaya tapi lama kelamaan setelah melihat kehidupan dia akhirnya sahabat itu tahu apa yang terjadi sebenarnya. Tapi sahabat itu tidak menjauhi pria itu melainkan pria tersebut ditolon untuk keluar dari dunianya. Pernah sahabat tersebut menperkenalkan sekalligus menjodohkan pria tersebut dengan wanita tapi pria tersebut menolak dengan halus. Karena pria tersebut ingin tampil apa adanya dan tidak mendustai orang lain.

8. Seorang gay usia 26 tahun. Kegaiannya bukan persoalan bagi dia karena dia sudah menerimanya. Masalahnya setalah lulus PTS di Jakarta, pria tersebut memilih bekerja di daerah karenagajinya lebih besar. Tapi, setelah bekerja beberapa lama, timbul semacam penyesalan dalam hati seorang gay tersebut. Merasa hidunya sia-sia karena hidup di daerah yang sangat terpencil. Seharusnya membina kerja di kota besar . dan sebagai manusi seoarang tersebut juga butuh untuk berbagi rasa. Sedangkan, di daerah terpencil, tidak ada orang yang sealiran dengan kehidupan gay- seorang gay tersebut.

9. Seorang pria 28 tahun,anak bungsu dari lima bersaudara mempunyai keluarga cukup harmonis, tapi sejak lahir sudah merasa bahwa dirinya menngalami gay, bekerja pada perusahaan swasta yang mapan sebagai karyawan dan belum menikah. Setelah lulus dari SMA pria tersebut merantau. Rasa merantau yang meninggalkan kampong halaman terasa sangat berat sekali Meninggalkan keluarga dan orang yang selama ini menjadi sahabat, pendorong, semangat, bapak dan sekalligus pacar saya. Tapi demi masa depan, dengan tekat yang bulat pria tersebut agar dapat melupakan dan bisa sembuh. Akhirnya di rantauan pria tersebut bisa melupakannya dan mulai nbelajar mencintai wanita, rajin berkonsultasi dan berdoa. Selam berpetualang sudah tiga tahun saya gagal. Untung yang terahir 1,5 tahun berjalan sesuai rencana. Akan tetapi setelah berterus terang dengan keadaan yang sebenarnya,pria tersebut rasa ingin mati saja. Karena penbertahuan pria tersebut tentang kehidupan yang sebenarnya k\malah menjadikan kandas hubungan yang sudah berjalan selama 1,5 tahun ini. Dan yang lebih parah lagi pasangan wanitanya merasa jijik dengan pria tersebut. Otomatis tidak mau bertemu dan putuslah hubungan itu. Kini, pria tersebut sangat bingung dan selalu menangis dalam hati. Rasanya hidunya terbelah menjadi dua dan saling bertolak belakang. Di satu sisi sangat kehilangan pacar wanitanya tapi di sisi lain masih terbayang bapak berkumis dan gemdut yang pernah dikanalnya. Akhirnyaprestasi kerjapun menurun. Kadang terlintas untuk tidak bekerja lagi. Tapi, mengingat pekerjaan tersebut banyak di cari orang , niat untuk tidak bekerjapun tidak jadi.

Contoh perbincangan antara pasien dengan Dokter, adalah sebagai berikut:

i. Hidup sebagai gay, apakah sehat?

Identitas: Pria

Pertanyaan Konsultasi:  Mohon informasinya, saya merasa ada ketertarikan kesesama lelaki, tapi hati kecil saya berontak untuk itu. Tetapi semakin saya tahan semakin menggebu perasaan itu. Kejadian ini berawal ketika saya berumur sekitar 10 tahun, saya dan sepupu
perempuan seusia saya diam2 bercinta, sambil sembunyi-sembunyi. Sejak itu saya merasa sangat berdosa. Dan justru perasaan berdosa itu, mendorong saya untuk tidak lagi melakukan. Tetapi, seiring berjalanya waktu, saya merasa ada kelainan pada diri saya. Saya jadi tertarik kepada lelaki.

Hingga sekarang, saya pernah melakukan oral sex dengan lelaki, tetapi
untuk anal belum pernah, karena saya takut bila terjadi kecelakaan saya
bisa terjangkit penyakit. Tetapi semakin saya pendam, semakin saya ingin mencoba.
Mohon informasinya, apa yang seharusnya saya lakukan. Sebenarnya saya ingin hidup normal, hidup berkeluarga, memiliki anak. Tapi dorongan suka kepada lelaki justru lebih kuat.

Jawaban Konsultasi:  Terima kasih atas pertanyaan anda. Sampai sekarang masih menjadi kontroversi tentang apa yang menentukan orientasi seksual seseorang. Beberapa temuan penelitian mengungkapkan bahwa ada gen tertentu yang dimiliki seseorang yang menentukan seorang pria menjadi suka ke sesama jenis. Ada pula yang mengungkap bahwa struktur otak tertentu memiliki kecenderungan ke arah homoseksualitas. Namun, ada pula teori yang mengungkap bahwa setiap manusia terlahir biseksual. Orientasi seksual ditentukan dari lingkungan, bagaimana ia diperlakukan dalam keluarga, masyarakat, dan lingkungan pergaulan. Selain itu, peristiwa hidup yang membekas juga berpengaruh dalam menentukan orientasi seksual.

Dalam kasus anda, mungkin saja rasa bersalah anda tentang bercinta dengan sepupu perempuan membuat anda merasa takut atau bersalah jika berhubungan dengan lawan jenis. Secara tidak sadar anda menekan perasaan tertarik ke lawan jenis dan akibatnya rasa tertarik ke sesama jenis menjadi lebih dominan. Secara umum saat ini dunia mulai menerima keberadaan cinta sesama jenis, namun lain hal nya di Indonesia yang masih kental dengan nuansa ketimuran. Indonesia masih menganut heteroseksualitas sebagai satu-satunya orientasi yang “normal”, padahal pada banyak kasus, seorang homoseksual tidak memilih dirinya untuk menjadi demikian.Semua itu terjadi sendirinya, tanpa disadari. Untuk anda, saya sarankan anda berpikir ulang dan boleh mencoba berkonsultasi dengan psikiater. Tujuannya bukan untuk mengatakan ada kelainan kejiwaan pada anda, tetapi psikiater dapat mengupayakan psikoanalisa untuk anda, untuk mencari di mana letak peristiwa-peristiwa hidup anda yang berperan dalam menentukan orientasi seksual anda. Jika peristiwa2 tersebut dapat diidentifikasi, dan dapat ditemukan solusi untuk “menetralkan” luka batin anda, mudah-mudahan orientasi seksual anda dapat diupayakan menjadi heteroseksual.

ii. Infeksi HIV Semakin Meningkat di Kalangan Gay

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan adanya peningkatan yang signifikan, yaitu 12% pada kejadian infeksi HIV pada kalangan gay. Peningkatan paling tinggi terjadi pada usia muda, 13 hingga 24 tahun.

Tingkat peningkatan juga diteliti berdasarkan ras penderita. Peneliti menemukan bahwa tingkatan penularan tertinggi pada ras kulit hitam sebesar 15%. Kaum kulit putih dan hispanik menempati posiis 9% dan 8%.

Salah satu sumber bertutur kepada Washington Post: kejadian ini dapat saja menuju ke kondisi epidemik yang tidak terkontrol. Dan menurut salah satu peneliti di CDC, solusinya adalah meningkatkan tindakan pencegahan pada ras yang berisiko tinggi tertular HIV.

iii. Homoseksualitas

Mendapatkan pasangan hidup tentu merupakan keinginan dari setiap orang, baik pria maupun wanita. Akan tetapi bagaimana bila pasangan hidup yang anda inginkan ternyata berasal dari jenis kelamin yang sama? Apakah hal ini normal? Apalagi di jaman modern seperti ini semakin banyak pasangan yang sama jenis kelaminnya menampilkan diri secara terbuka pada masyarakat. Bagaimana menyikapi ketertarikan terhadap sesama jenis?

Homoseksualitas adalah suatu orientasi seksual dimana seseorang tertarik dan terangsang dengan pasangan yang sama jenis kelaminnya. Biasanya pasangan pria dengan pria disebut gay sedangkan sesama wanita disebut lesbian. Homoseksualitas tidak harus berarti melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis tetapi dapat berupa ketertarikan secara fisik dan timbulnya romantisme bila bersama dengan pasangan sesama jenisnya. Homoseksualitas telah menjadi polemik tersendiri dalam masyarakat saat ini, ada yang menganggap hal ini tidak normal karena bertentangan dengan norma-norma sosial dan agama yang ada, akan tetapi ada yang menganggap hal ini normal karena ini merupakan kebebasan seseorang dalam menentukan pasangan hidupnya dan kepada siapa dia tertarik.

Dalam dunia kesehatan sendiri, homoseksualitas tidak dianggap abnormal atau suatu kelainan, karena pada dasarnya homoseksualitas adalah suatu variasi orientasi seksual dimana seseorang memilih sesama jenisnya sebagai pasangannya. Ada berbagai teori yang mencoba menjelaskan mengapa homoseksualitas dapat muncul, akan tetapi para ahli bersepakat bahwa hal ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja tetapi merupakan kombinasi berbagai macam faktor seperti genetik, hormonal dan pengaruh lingkungan.

Menetapkan apakah seseorang homoseksual atau tidak tidaklah mudah, apalagi hal ini sangat dipengaruhi oleh budaya dimana orang tersebut dibesarkan. Misalnya di budaya timur adalah tidak wajar bila dua orang pria berjalan sambil bergandengan tangan atau sesekali berpelukan hangat sedangkan bila wanita wajar saja melakukannya, padahal di budaya barat justru kebalikannya dimana bila wanita berjalan bergandengan tangan malah dianggap sebagai indikator bahwa dia lesbian. Jadi secara spesifik untuk menyatakan bahwa seseorang homoseksual adalah bila dia sudah berulang kali mengalami ketertarikan dengan sesama jenis dan hanya mengalami kepuasaan seksual bila bersama sesama jenisnya. Bahkan dalam fantasi seksualnya, dia selalu mengkhayalkan pasangannya dari sesama jenis bukan lawan jenis.Biasanya gay atau lesbian lebih senang berkumpul dengan lawan jenisnya sebagai teman jalan-jalan (hang-out) dibandingkan dengan sesama jenisnya, tetapi hal ini bukanlah patokan yang tepat.

Sering disalahartikan oleh masyarakat bahwa bila mereka pasangan homoseksual, maka salah satunya harus mengambil peran sebagai lawan jenisnya, misalnya bila pasangan gay maka salah satunya harus berperan feminin dan yang lainnya maskulin, begitu juga bila lesbian. Homoseksualitas harus dibedakan dengan transeksualisme atau keinginan untuk merubah dirinya menjadi serupa dengan lawan jenisnya misalnya waria. Memang sebagian besar waria cenderung untuk berpasangan dengan sesama jenisnya dalam hal ini pria, tetapi hal ini lebih didorong karena waria merasa dia wanita secara mental karena itu ia tertarik pada pria. Sedangkan homoseksual secara mental sadar bahwa ia tertarik dengan sesama jenisnya dan tidak perlu merubah kelakuannya untuk disesuaikan dengan pasangan yang umumnya berlaku di masyarakat. Pasangan gay ataupun lesbian dapat terlihat sebagaimana pria dan wanita pada umumnya tanpa perlu menjadi kelaki-lakian atau kewanita-wanitaan.

Homoseksual secara garis besar dapat dibagi menjadi :

1) seksual aktif artinya hanya dapat berhubungan seksual dengan sesama jenisnya dan biasanya menunjukkan dengan nyata bahwa dia gay atau lesbian.

2) biseksual artinya dapat berhubungan baik dengan sesama jenis maupun sesama jenis. Pada dasarnya biseksual adalah homoseksual yang dapat mengendalikan dorongan homoseksualitasnya sehingga dapat berhubungan dengan lawan jenisnya.

3) homoseksual terpendam artinya orang ini melakukan aktivitas homoseksual secara diam-diam (rahasia) karena berbagai alasan yang melatarbelakangi.

Homoseksual harus dibedakan pada pekerja seks komersial yang memang dapat melakukannya dengan sesama maupun lawan jenisnya karena tuntutan profesi atau demi uang, bukan atas dasar perasaan ketertarikan seksual.

Dalam melakukan hubungan seksual, banyak cara yang dapat dilakukan mulai dari masturbasi mutual, oral seks, anal seks pada gay dan penggunaan seks toy pada wanita. Umumnya didahului foreplay layaknya pasangan pada umumnya. Adalah suatu kesalahan bila mengidentikkan penularan HIV/AIDS dengan pasangan gay, memang angka penularan HIV/AIDS tinggi pada pasangan gay, akan tetapi hal ini lebih disebabkan oleh lapisan kulit pada anus lebih tipis dari vagina, sehingga mudah terluka dan menjadi tempat masuknya virus saat melakukan hubungan seksual secara anal. Juga suatu kekeliruan bila ada anggapan bahwa berhubungan dengan sesama jenis lebih nikmat daripada dengan lawan jenis karena sesama jenis lebih mengerti bagaimana memuaskan pasangannya, karena pada dasarnya pasangan homoseksual sama dengan pasangan heteroseksual dimana perasaan berperan dalam proses pencapaian kepuasaan seksual. Tentu akan lebih aman bila pasangan homoseksual juga menggunakan perlindungan diri seperti kondom ( baik kondom pria maupun kondom wanita) untuk keamanannya masing-masing.

Jadi kesimpulannya, pasangan homoseksual itu sama dengan pasangan heteroseksual pada umumnya hanya saja pasangannya berasal dari jenis kelamin yang sama. Selama orang yang gay atau lesbian dapat menerima keadaan dirinya biasanya tidak akan timbul masalah dalam dirinya, namun karena suatu alasan atau lainnya mereka tidak dapat menerima keadaan dirinya atau ada keinginan untuk berumah tangga dengan lawan jenisnya, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan psikiater anda secara intensif agar dapat menjalankannya dengan nyaman sehingga tidak timbul masalah dalam perjalanan kehidupan selanjutnya.

iv. Oral Sex, Why Not?

Banyak pasangan takut melakukan seks oral karena, katanya seks oral itu “kotor” dan bisa menimbulkan penyakit kelamin, termasuk HIV dan AIDS. Padahal, bagi sebagian besar orang, seks oral merupakan kenikmatan tersendiri yang sulit dihentikan jika seseorang sedang dalam libido tinggi. Jadi bagaimana, donk? Sebenarnya, seks oral itu aman atau tidak ya? Sebelum menganalisis lebih lanjut, kita perlu tahu terlebih dahulu tentang apa itu seks oral dan serba-serbinya.

v. Apa Itu Seks Oral?

Menurut Wikipedia, seks oral adalah aktivitas-aktivitas seksual yang mencakup penggunaan mulut, lidah, dan kerongkong untuk merangsang genitalia. Biasanya, seks oral dilakukan sebagai “pembukaan” atau foreplay sebelum bersetubuh (coitus). Seks oral mencakup memberi atau menerima stimulasi oral (seperti menghisap atau menjilat) genitalia, yaitu: penis, vagina, atau anus.

Menurut penelitian, seks oral termasuk aktivitas seks yang sering dilakukan. Seks oral juga bisa dilakukan dalam hubungan heteroseksual maupun homoseksual. Bagi pasangan heteroseksual, seks oral bisa sebagai suatu metode kontrasepsi, dibandingkan aktivitas seksual berupa penetrasi penis ke dalam vagina yang lebih mungkin menyebabkan kehamilan.

Banyak orang tidak menganggap seks oral sebagai suatu aktivitas seksual “yang sesungguhnya” karena tidak terdapat penetrasi penis ke dalam vagina. Oleh karena itu, banyak orang yang menganggap bahwa seks oral dapat menjadi salah satu cara merasakan kenikmatan seksual tanpa kehilangan keperawanan atau keperjakaan.

Apa Benar Seks Oral Pasti Tidak Menyebabkan Hilangnya Keperawanan?

Belum tentu. Walaupun seks oral tidak melibatkan penetrasi penis ke dalam vagina, tetap ada kemungkinan bahwa seks oral menyebabkan hilangnya keperawanan, yang akan terjadi jika aktivitas tersebut (misalnya penetrasi lidah) terjadi sampai merusak/merobek selaput dara wanita.

Apa Saja Bentuk Seks Oral?

Seperti yang telah disebutkan, seks oral merupakan rangsangan dari daerah oral atau mulut terhadap alat genitalia, yang mencakup penis, vagina, dan anus. Oleh karena itu, seks oral dapat dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu:

  1. Fellatio: kontak antara oral dengan penis, yang dapat berupa mengulum atau menghisap penis. Pada aktivitas seks oral seperti ini, dapat terjadi pertukaran air liur dan air pra-ejakulasi antarpasangan. Fellatio dapat dilakukan bersamaan oleh dua orang sekaligus, terutama apabila aktivitas tersebut dilakukan oleh sesama pria. Istilah ini dikenal sebagai Posisi Seksual 69.
  2. Cunnilingus: kontak antara oral dengan area vagina, yang dapat berupa menjilat vagina. Aktivitas ini biasa ditujukan untuk merangsang daerah vagina yang paling peka terhadap rangsangan, yaitu clitoris.
  3. Anilingus: kontak antara oral dengan anus.

Bisakah Seseorang Tertular Penyakit Melalui Seks Oral?

Jawabannya: bisa. Seks oral, baik berupa menerima maupun memberi rangsangan seks oral dapat menyebabkan transmisi atau penularan penyakit seksual (Sexually Transmitted Disease/STD). Beberapa contoh penyakit yang dapat menular melalui seks oral adalah herpes (baik herpes tipe 1 pada mulut, maupun herpes tipe 2 pada genitalia), Gonorrhoea dan Chlamydia (yang dapat menginfeksi kerongkongan), Syphilis (yang dapat menular jika pada mulut orang yang berkontak dengan genitalia terdapat sobekan luka sehingga virus dan bakteri dapat masuk ke dalamnya), infeksi gastrointestinal (dapat terjadi bila mulut berkontak dengan anus), Hepatitis A (menular melalui anilingus karena virusnya terdapat dalam feces), Hepatitis B dan Hepatitis C (menular karena kontak dengan cairan seksual dan darah penderita), dan HIV.

Penularan HIV selama seks oral juga terjadi seperti pada penularan Hepatitis B dan C, yaitu melalui kontak dengan cairan penderita seperti semen, cairan vagina, dan darah. Resiko ini diperbesar karena adanya luka, sobekan, radang, atau ulcus pada mulut atau kerongkongan.

Wah, Seram… Seberapa Besar Kemungkinan Kita Tertular HIV Bila Melakukan Seks Oral?

Resiko penularan HIV dari pasangan yang terinfeksi melalui seks oral jauh lebih kecil dibandingkan melalui seks anal ataupun vaginal. Namun demikian, ada beberapa faktor tambahan yang dapat mempermudah resiko penularan HIV melalui seks oral, seperti: ulcus pada mulut, radang, luka pada alat genital, tindikan pada genitalia atau oral, dan keberadaan penyakit menural seksual lainnya. Oleh karena itu, resiko penularan HIV melalui seks oral bisa ditekan apabila dilakukan saat tidak terdapat lesi dalam mulut atau alat genitalnya.

Kalau Begitu, Sudah Tidak Ada Lagi Penyakit Lain Yang Mungkin Bisa Terjadi Lewat Seks Oral, kan?

Tidak juga. Selain penyakit-penyakit yang tersebut di atas (atau penyakit menular seksual), penelitian juga menemukan bahwa seks oral dapat menyebabkan kanker daerah kepala dan leher, khususnya kanker kerongkongan. Hal ini dipercaya dapat terjadi karena adanya transmisi human papillomavirus (HPV), virus yang menjadi penyebab utama kanker cervical. New England Journal of Medicine menyebutkan bahwa selain karena rokok dan alkohol, orang yang memiliki lebih dari satu pasangan seks oral selama hidupnya memiliki resiko ganda terhadap kanker kerongkongan dibandingkan dengan orang yang tidak melakukan seks oral.

Aduh, Apakah Tidak Ada Cara untuk Mencegah Penularan Penyakit-penyakit Itu?

Untuk lebih mengurangi resiko penularan penyakit-penyakit tersebut, para pakar kedokteran menyarankan orang untuk menggunakan kondom apabila melakukan seks oral dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual, atau yang status keberadaan penyakit menular seksualnya tidak jelas. Saat ini telah banyak tersedia kondom dengan berbagai rasa bagi mereka yang tidak menyukai ‘rasa’ latex atau spermisida.

Untuk cunnilingus dan anilingus, plastik pembungkus makanan, kondom yang dibuka, atau pelindung gigi berupa latex berbentuk kotak tipis dapat dijadikan sebagai pelindung dalam mencegah transmisi HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Selain itu, orang yang sedang memiliki lesi atau luka di daerah oral maupun genital, sebaiknya juga tidak melakukan seks oral karena mempermudah tertularnya penyakit. Usahakan pula untuk tidak menelan sperma. Sebenarnya, sperma mengandung protein yang tidak membahayakan bagi tubuh. Namun demikian, sperma bisa juga mengandung kuman, bakteri, atau virus patogen yang dapat menularkan penyakit. Jadi sebisa mungkin menelan sperma tetap harus dihindari, termasuk juga menelan cairan vagina, darah, maupun cairan tubuh lainnya.

Menjaga kebersihan mulut dan alat kelamin adalah hal yang paling utama dalam mencegah penularan penyakit melalui seks oral. Namun demikian, menyikat gigi kuat-kuat atau menggunakan dental floss tepat sebelum atau sesudah melakukan seks oral dapat meningkatkan resiko penularan, karena hal-hal tersebut dapat menyebabkan lesi kecil pada mulut yang tidak disadari. Lesi ini, walaupun merupakan lesi mikroskopik, dapat meningkatkan resiko penularan penyakit.

Jadi Kesimpulannya…

Sebenarnya resiko penularan penyakit melalui seks oral lebih rendah dibandingkan dengan seks per vaginal atau anal. Namun demikian, tindakan-tindakan pencegahan seperti penggunaan kondom juga harus diperhatikan. Sama seperti aktivitas seksual lainnya, resiko penularan penyakit melalui seks oral bisa dikurangi dengan melakukannya secara monogami dan dengan orang yang tidak memiliki penyakit menular seksual. Dr. Anita Gunawam, SpAnd, Spesialis Andrologi dan Konsultasi Seksual RSPP, juga menekankan pada pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin dan mulut. Hindarii melakukan seks oral apabila sedang terdapat luka di daerah oral maupun genital.

Apabila seluruh persyaratan di atas terpenuhi, niscaya resiko penularan penyakit seksual melalui hubungan seks secara oral dapat diminimalisir. So, oral sex, why not?

vi. Hati – Hati Penyuka Anak Kecil!

Pedofilia berasal dari bahasa Yunani, Pedo yang berarti anak kecil dan Phile yang berarti dorongan yang kuat atau cinta. Pedofilia merupakan satu dari bentuk penyimpangan seksual yang disebut juga parafilia. Penderita pedofilia memiliki perilaku seksual menyimpang dimana memilih anak-anak dibawah umur sebagai obyek bagi pemuasan kebutuhan seksualnya. Khayalan, dorongan seksual, atau perilaku tersebut menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya. Tidak kurang dari 200 anak usia antara lima sampai 13 tahun, telah menjadi korban nafsu seksual para pedofil yang umumnya berkedok pelancong dari sejumlah negara. Anak-anak ‘ingusan’ itu terjebak dalam keganasan si ‘bule’ yang memiliki kelainan seksual, setelah terlebih dulu mereka dibujuk rayu bahkan diiming-imingi uang dan hadiah lainnya.

Ada beberapa macam pedofilia antara lain:


1. Pedofilia tipe eksklusif (Fixated): seseorang yang hanya tertarik pada anak-anak kecil, umumnya tidak memiliki rasa ketertarikan dengan orang dewasa. Mereka kebanyakan seorang laki-laki dewasa dan cenderung menyukai anak laki-laki. Hal ini disebabkan karena mereka tumbuh melalui hubungan yang erat antar sesama anak laki-laki. Pedofilia tipe ini biasanya melakukan aktivitas di tempat-tempat dimana banyak anak laki-laki berkumpul seperti gereja, tempat olah raga, atau daerah dekat perumahan.

2. Pedofilia tipe non eksklusif (Regressed): Seseorang yang tidak hanya tertarik pada anak kecil tetapi pada orang dewasa. Umumnya mereka adalah laki-laki dewasa yang sudah menikah dengan seorang wanita dewasa juga, dan tetap memiliki ketertarikan terhadap anak perempuan berusia antara 8-10 tahun. Mereka memandang anak kecil sebagai pengganti orang dewasa, dan memperlakukan mereka layaknya orang dewasa. Perilaku penyimpangan seksual pertama terhadap anak-anak biasanya terjadi secara mendadak dan tidak direncanakan.

3. Cross sex pedofilia: seorang laki-laki yang suka menyentuh secara seksual anak perempuan. Biasanya tipe ini termasuk kedalam tipe pedofilia regressed. Mereka biasanya berteman dengan anak-anak perempuan dan perlahan-lahan melakukan aktivitas seksual dengan cara merayu dan bukan dengan jalan memaksa anak tersebut. Aktivitas mereka termasuk menyentuh secara seksual anak kecil, dan menyuruh anak tersebut melakukan hal yang sama terhadap mereka dan kemungkinan melakukan stimulasi oral tetapi mereka jarang sekali melakukan hubungan seksual.

4. Same sex pedofilia: Banyak penderita pedofilia yang melakukan hubungan seksual atau memiliki fantasi seksual kepada anak kecil yang berkelamin sama, dan mereka tidak melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa yang berkelamin berbeda, namun mereka menolak jika disebut seorang homoseksual. Umumnya usia anak laki-laki yang rentan dianiaya secara seksual oleh pedofilia tipe ini adalah antara 10-12 tahun. Aktivitas seksual yang biasanya dilakukan berupa meraba-raba tubuh anak, masturbasi, stimulasi oral oleh anak-laki-laki dan seks anal dimana pria dewasa yang berperan aktif.

5. Pedofilia perempuan: Mayoritas penderita pedofilia adalah kaum pria, namun juga dapat ditemukan pada perempuan. Namun demikian penderita pedofilia wanita biasanya tidak terlalu menonjol karena rasa kasih sayang wanita terhadap anak-anak terlihat sebagai sikap keibuan. Anak laki-laki tidak memiliki pandangan negatif bila berhubungan seksual dengan wanita dewasa oleh karena itu tidak ada yang melaporkan jika hal ini terjadi. Jika terdapat pelaporan mengenai pelecehan seksual maka biasanya hal itu terjadi antara anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun dengan seorang wanita berusia 20 tahunan. Wanita tersebut biasanya sudah dikenal baik oleh korban seperti teman dari orang tua korban, tetangga maupun orang yang mengasuh korban sehari-harinya.

Hubungan antara penderita pedofilia dengan korban dapat berupa anak sendiri (18%), anak kerabat (21%), anak teman (21%), anak yang tidak dikenal (32%), anak sendiri dan anak kerabat (4%), anak sendiri dan anak teman (2%), anak sendiri dan anak yang tidak dikenal (1%), anak teman dan anak yang tidak dikenal (1%). Sedangkan prevalensi yang pasti di Indonesia belum diketahui jelas karena belum ada penelitian tentang hal tersebut.

Penampilan penderita pedofilia nampak sama seperti orang normal pada umumnya. Mereka mungkin sudah berkeluarga dan memiliki beberapa orang anak atau mungkin mereka tetangga sebelah rumah, pengasuh anak atau kerabat dekat. Umumnya mereka memilih bidang pekerjaan yang dapat berdekatan dengan anak-anak seperti guru, pembina pramuka, pelatih olah raga. Kondisi tersebut, bukan berarti semua orang yang berprofesi di atas adalah seorang pedofilia namun mayoritas penderita pedofilia berprofesi seperti tersebut di atas.

Aktivitas seksual penderita pedofilia dapat berupa perasaan terangsang saat melihat anak kecil tidak memakai baju, membuka pakaian dan memamerkan badannya di depan anak kecil, meraba dan memegang bagian tubuh tertentu anak kecil atau menyuruh anak kecil memegang bagian tubuh mereka, kadang-kadang mereka memasukkan jari, benda atau penis mereka ke mulut, vagina atau anus.

DAMPAK PEDOFILIA DI INDONESIA


Penderita pedofilia tidak diterima dan dibenci oleh masyarakat, mereka menjadi semakin sulit berdekatan apalagi berhubungan seksual dengan anak kecil. Dekade ini masyarakat lebih waspada dan lebih melindungi anak-anak mereka. Bahkan tidak sedikit dari pedofil yang berakhir di penjara.

Dampak pada korban pedofil tergantung pada tingkat usianya. Korban cenderung menjadi lebih pendiam, memiliki kelainan perilaku seksual (masturbasi, preokupasi seks, dan aggresivitas seks) dibanding anak-anak lainnya, cenderung lebih depresi, memiliki kepercayaan diri rendah, perasaan ingin bunuh diri, menggunakan alkohol dan obat terlarang, lari dari rumah dibanding anak-anak seusia mereka lainnya.

KESIMPULAN
Pedofilia adalah perilaku seksual yang menyimpang yang dapat berupa khayalan yang merangsang secara seksual, dorongan seksual, atau perilaku yang berulang dan kuat berupa aktivitas seksual dengan anak prapubertas atau anak-anak (biasanya berusia 13 tahun atau kurang)

Prevalensi pedofilia semakin meningkat walaupun belum didapat data yang akurat mengenai hal tersebut, di Indonesia sendiri kini telah terjadi peningkatan kasus pedofilia, terbukti dengan adanya 200 orang anak yang telah menjadi korban para pedofil. (dr. Surilena, SpKJ – staff Pengajar Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa & Perilaku FKUAJ)

vii. Menyimpangkah Aku dan Seksualitasku?

Seksualitas merupakan hal yang masih tabu dibicarakan hingga saat ini. Apalagi kita hidup di budaya timur. Namun seksualitas merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri dan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita manusia, bahkan menarik. Seorang anak tanpa diajarkan pendidikan seks oleh orang tuanya pun bisa mengetahui banyak hal yang menyangkut masalah seksualitas ini, baik itu dari teman sebaya maupun dari berbagai sumber informasi yang sangat mudah didapatkan.

Apa sih seksualitas itu? Seksualitas dalam arti luas adalah semua aspek badaniah, psikologis, dan kebudayaan yang berhubungan langsung dengan seks dan hubungan seks manusia. Seks itu sendiri bisa diartikan sebagai jenis kelamin seseorang. Di sini kita akan membahas mengenai jenis-jenis penyimpangan seksual.

Penyimpangan seksual sekarang cukup banyak dikenal atau diketahui oleh masyarakat awam. Bahkan bisa menjadi konflik dalam diri dan rumah tangga. Bisa saja menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga atau penyebab hubungan menjadi dingin…

Berbagai jenis penyimpangan seksual yang dikenal selama ini adalah:

1. Satiriasis adalah suatu keinginan dan kebutuhan yang kuat pada laki-laki untuk melakukan hubungan seksual dan tidak terkontrol.

2. Nimfomania adalah suatu kebalikan dari satiriasis. Nimfomania adalah suatu keinginan dan kebutuhan yang kuat pada wanita untuk melakukan hubungan seksual dan tidak terkontrol.

Sekarang mulailah Anda menambah fitur baru dalam Windows Explorer. Karena sejak jaman Windows 98 sampai Windows Vista hampir tidak ada tambahan fitur yang berarti pada Windows Explorer. Dengan beberapa cara sebagai berikut:

1. Folder Size

Ingin Windows Explorer menampilkan informasi ukuran dari folder. Dengan menggunakan add on ini Anda bisa menampilkan informasi ukuran dari folder.

Folder Size

Folder Size

Homepage: http://foldersize.sourceforge.net/

2. QTTabBar

Ingin fitur tambahan pada Windows Explorer maka QTTabBar akan menambahkan fitur tab pada Windows Explorer seperti halnya tab pada Firefox, Internet Explorer 7, dsb. QTTTabBar juga mempunyai beragam plugin dan skin menarik yang dapat Anda download dari situs resminya.

QTTabBar

QTTabBar

Homepage: http://qttabbar.wikidot.com/

3. Explorer Breadcrumbs

Ingin lebih mudah dalam menjelajah setiap hirarki folder pada Windows Explorer maka gunaka.

Homepage: http://minimalist.com/software/ExplorerBreadcrumbs/

4. TeraCopy

Jika Anda ingin melakukan  pause, resume, error recovery pada proses copy paste pada Windows Explorer. Maka Anda gunakan add on ini.

TeraCopy

TeraCopy

Homepage: http://www.codesector.com/

5. Styler

Ingin tampilantoolbar pada Windows Explorer lebih menarik maka Anda bisa menggunakan Styler.

Styler

Styler

Homepage: http://www.crystalxp.net

Adapun caranya adalah sebagai berikut:

1. Atur pencahayaan dan kontras monitor

Biasanya para pengguna komputer pemula ataupun orang awam yang sedang menggunakan komputer, mereka jarang sekali memperhatikan pengaturan pencahayaan maupun kontras monitor mereka. Apabila kontras pengaturannya terlalu tinggi akan bisa menghabiskan banyak energi. Maka sarannya, anda harus bisa mengatur pencahayaan dan kontras tersebut Dengan cara untuk mengatur pencahayaan dan kontras monitor gunakan tombol yang berada di bawah monitor.

2. Matikan monitor
Pada cara ini yang lebih di utama adalah mematikan monitor berjenis CRT (Cathode Ray Tubel), karena monitor jenis tersebut lebih banyak mengkonsumsi tenaga listrik. Jadi, jika anda ingin meninggalkan PC tersebut dalam waktu yang lama, sebaiknya matikan monitor anda. Dan jika Anda tidak mengerti nantinya apa ada waktu untuk bisa mematikan atau tidak maka sebaiknya Anda menyetting Windows agar secara otomatis langsung mati dalam beberapa waktu tertentu, itu bisa dilakukan dengan cara, klik “Control Panel-Options”. Dalam “Power Options Properties” klik tab “Power Schemes”. Lalu klik tanda panah di bagian “Power Schemes” lalu pilih “Home/Office desk”. Lalu pilih waktu yang diinginkan pada “Turn Off Monitor” dan klik “Apply” dan “OK”.

3. Matikan Hard disk
Hadisk akan selalu membaca data yang ada di dalam komputer meski kita tidak sedang melakukan apa pun pada komputer kita. Karena alasan ini, hard disk akan terus menerus berputar dan tentu saja ini akan menghabiskan energi. Jika anda ingin meninggalkan PC anda dalam waktu yang lama, maka sebaiknya matikan hard disk PC anda. Pada “Power Options Properties” lalu klik tab “Power Schmes”. Klik tanda panah di bagian “Power Schemes” dan pilih “Home/Off desk”. Kemudian klik “Turn off hard disk” dan pilih waktunya. Lalu klik “Apply” dan “Ok”.

4. Matikan peralatan lainnya
Matikanlah peralatan lainnya seperti, speaker, modem eksternal, scanner, Zip drive dan printer. Karena peralatan itu sangat menghabiskan banyak energi.

5. Mode Hibernate
Mode hibernate ini adalah fasilitas untuk melakukan shut down, tapi tidak menutup atau mematikan aplikasi yang sedang kita buka tadi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara Mode “Hibernate”. Dengan mode ini, isi memory utama (RAM) akan tersimpan dalam hard disk. Cara melakukan mode hibernate adalah sebagai berikut, pada “Power Options” kliklah tab “Hibernate”. Lalu klik kotak dekat “Enable Hibernation”. Klik juga pada tab “Advanced”. Dalam bagian “When I Press the power button” lalu klik tanda panahnya kemudian klik “Hibernate”. Klik “Apply” dan “Ok”. Setelah itu tekan tombol “Power” pada komputer anda. Mode hibernate sudah berfungsi, tekan tombol “Power” sekali lagi, komputer anda akan menyala dan akan otomatis membuka aplikasi yang telah anda buka tadi.

6. Mode Standby
Agar bisa menghemat energi, sebaiknya pengaturan monitor dan hard disk berada di bagian yang paling rendah pada mode standby. Jika anda ingin meninggalkan PC sebentar, sebaiknya aktifkan mode standby. Namun yang harus anda ketahui adalah, saat mode standby aktif data-data yang belum anda simpan dapat rusak atau hilang kalau PC anda mengalami kerusakan. Sebaiknya simpan dahulu data atau dokumen anda sebelum anda mengaktifkan mode standby ini. Mode standby dapat dilakukan dengan cara, klik “Start-Turn Off computer” lalu klik “Stanby”.

7. Gunakanlah UPS

Jangan sampai lupa menggunakan alat UPS, karena alat ini bisa membantu penyelamatan data atau shut down saat terjadi mati listrik. Cara pengaturannya peralatan UPS dan mengkonfigurasikan alat tersebut “Power Option Properties” lalu pilih tab UPS. Bagian status dalam tab UPS menampilkan perkiraan jumlah menit yang dapat didukung UPS terhadap PC anda.

8. Baterai Laptop

Men-charge baterai laptop jangan setengah-setengah, harus Anda pastikan proses charge-nya bener-bener selesai. Karena proses charge yang dilakukan setengah-setengah lalu dilanjutkan kembali, itu malah akan menghabiskan banyak energi dan apabila anda ingin berpergian, sebaiknya sediakan selalu baterai tambahan. Untuk menghemat pemakaian baterai. Anda bisa memanfaatkan feature Hibernate/Suspended atau gunakan soket listrik yang dihubungkan ke stopkontak.

9. Port USB
Jika saat anda menggunaka laptop dan saat itu anda memasukkan salah satu ke port USB di laptop, sebaiknya kalau sudah selesai langsung dilepaskan saja. Karena peralatan yang masih tertancap di port USB, itu juga dapat menghabiskan tenaga pada PC atau laptop anda. Sebaiknya lepaskan alat tersebut bila pemakainnya dirasa sudah cukup.

10. Skema Pemakaian Energi Laptop
Feature dan software power management biasanya sudah tersediah di prosedur-prosedur.Feature dan software power management sangat berguna bagi para konsumen laptop, karena software ini mampu mengatur pemakaian baterai dan daya listrik yang sedang digunakan. Juga ada beberapa pilihan yang dapat digunakan untuk mengetahui beban hard disk dan energi lain yang sedang digunakan oleh laptop. Di antaranya mengetahui kecepatan prosessor atau pencahayaan monitor yang tepat untuk dapat menghemat baterai. Serta dapat menjadi pengawas bagi kita dalam menggunakan laptop.

Semoga 10 cara tersebut bisa jadi pertimbangan bagi pemeliharaan  PC dan Laptop Anda.

masIh percObaan

berhubung masih percobaan jadi masih belum sempurna

nanti seiring dengan berjalannya waktu, saya mencoba membuat sempurna dEch………

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.